For the first time: Qatar

Kuhirup udara pagi – nan panas – itu, kupastikan ruap-ruap oksigen berbau padang pasir memenuhi rongga dada. Selamat Pagi Qatar. Aku datang.

Ini pertama kali aku ke Qatar. Sayangnya aku hanya punya kesempatan 2 malam. Datang pagi ini, besoknya interview dan tengah malamnya balik ke Indo. Cukup melelahkan memang. Dan waktu yang sempit membuatku tidak terlalu berharap banyak melihat dan mengalami Qatar. Yang penting interviewnya sukses.

Pukul 06.10, pagi itu, setelah 8 jam perjalanan dari Changi menaiki Qatar Airways (QR 639). Seorang penjemput memegang secarik kertas di depan dadanya. Aha ada namaku. Penjemput ini dari Al Maha Services, sebuah layanan meet and greet untuk orang-orang yang gak pengen antri lama di imigrasi atau yang sudah kebelet bertemu orang-orang tercintanya….. Aku diantar memasuki ruangan tunggu Al Maha sembari penjemput menangani urusan imigrasi. Di dalam ruangan ada beberapa orang yang juga lagi nunggu diurusin. Gak lama, mungkin 10-15 menit, saya sudah dijemput untuk diantar melalui gate imigrasi melalui antrian imigrasi yang – fiuhhh panjang sekali. Serasa orang penting nih, karena sepertinya ada pintu khusus imigrasi untuk Al Maha ini, jadi tanpa antri langsung lolos keluar. Layanan ini bisa didapat dengan membayar QAR100 dan QAR70 untuk pendamping berikutnya.

 

Al Maha Lounge
Al Maha Lounge

Keluar dari airport sempet agak lama nyariin mobil penjemput dari Ramada Hotel. Si Mbak Al Maha sempet nanya-nanya ke orang sebelum akhirnya sebuah van datang dengan 5 orang penumpang di dalamnya. Perjalanan pun lanjut ke hotel yang dicapai tak lebih dari 20 menit.

Nah ini dia masalahnya. Karena datang kepagian, kamar belum ready. Jadinya ya nunggu dulu di lobby. Sempet bolak-balik beberapa kali tapi tetep aja belum ada. Akhirnya, daripada bengong di lobby, aku putusin jalan. Tadinya mo ikut tour tapi aku lihat kok gak worthed, jadinya aku putusin tuk jalan sendiri. Masalah di Qatar adalah taxi yang sulit didapat. Berdiri lama di pinggir jalan selama setengah jam-an gak dapet juga, jadi akhirnya aku terima saran dari bellboy untuk pakai mobil dari hotel. Dua kali lipat sih harganya tapi daripada-daripada.

Tujuan pertama Souq Waqif.

Souq (=pasar) Waqif adalah salah satu daerah bisnis yang paling ramai dan lokasi pasar tertua di Doha. Souq ini berkembang dari asalnya sebagai pasar akhir minggu yang digunakan oleh Bedouin ketika mereka datang untuk berdagang daging, wol, tenun, dan susu untuk barang harian lainnya. Sekarang berkembang menjadi susunan lorong-lorong sempit yang dipenuhi toko-toko kecil dengan barang-barang yang ditumpuk sampai ke atap dan meluber sampai ke jalan.

 

Di Souq ini Anda dapat menemukan semuanya dari mur, baut, alat dapur, bumbu-bumbu, beras, parfum, alat-alat tukang, pakaian sampai peralatan camping.

 

Waktu aku ke sini jam 9-an pagi, belum banyak toko yang buka. Menurut orang Bahrain yang aku temuin ketika sama-sama ke Ras Laffan, Souq Waqif lebih nyaman dikunjungi pas malam hari. Gerombolan orang bergerak perlahan  dengan suara-suara bising dan kerlap lampu, sangat indah , menurutnya. Sayangnya sampai aku balik ke Indo, kunjungan malam hari tidak terlaksana.

 

Meski cuman bentar di Souq ini aku sempet dapet foto lorong-lorong, struktur bangunan dan deretan sheesha (bener nggak nulisnya nih…) sebelum balik ke hotel. Oh ya, sebelum balik, sempet jalan kaki juga keliling daerah sekitar Souq seperti patung kerang-mutiara, ujung Corniche dan daerah dekat benteng Al Koot.

 

Suatu Lorong di Souq Waqif
Suatu Lorong di Souq Waqif
Display of Sheesha at Souq Waqif
Display of Sheesha at Souq Waqif

 

 

 

 

 

 

 

City Center dan mal

Sore, habis istirahat siang di hotel, aku meluncur ke City Center, yang konon mal terbesar di Qatar. Lagi-lagi pake mobil dari hotel karena taxi susah didapat. Mal yang baru dibuka tahun 2001 ini punya tiga lantai dengan major outlets seperti Carrefour, Debenhams dan beberapa recreation facilities seperti  cinema 14 screen, ice-skating rink, children play zones, water park dan bowling alleys.

 

Waktu aku ke sana, hanya Carrefour yang buka penuh dan sedikit toko yang lain. Maklum bulan puasa, biasanya toko buka jam 8 malam. Di mall ini ada taxi stand, jadi cukup membantu. Gak banyak yang dibeli selain suvenir di Hallmark, kaos, kurma, dan coklat di Carrefour.

 

Selain City Center, ada beberapa mall lain di Doha (dan semuanya belum aku kunjungi pas visit pertama ini….he…he…):

  • Centrepoint
  • Emporium
  • Hyatt Plaza (dengan Giant Store supermarket, dan Homes R Us)
  • Landmark Mall (dengan Mega Mart, Carrefour, dan Marks & Spencer)
  • The Mall (dengan Q-Mart supermarket)
  • Royal Plaza
  • Villagio (dengan Carrefour, Zara Home, ice-skating rink, cinema  dan danau dan kanal di tengah mall)

 

Laporan tiap mall tentu saja nanti setelah aku di sana……

Lobi City Center Doha
Lobi City Center Doha
Advertisements

One thought on “For the first time: Qatar”

  1. Dear wahyu,

    Thanks ya sudah share all about Qatar, kebetulan tunangan aq lagi di pelantar minyak disana. Dengan cerita kamu aq jadi bisa membayangkan gimana Qatar..sebelumnya aq cuma bisa liat foto2 aja and gak bisa ngabayangin suasanya disana, sekarang jadi tau deh..

    Sukses yaa

Comments are closed.