Interview di Ras Laffan

Hari ini aku mau interview di Ras Laffan, plant site sekaligus site officenya QatarGas. Menurut welcome kit yang aku terima, aku dijadualkan untuk interview dengan 4 orang setelah medical test.

 

Jam 7.30 aku standby di lobby luar untuk menunggu jemputan. Udah lewat 5 menit, tapi belum ada tanda-tanda jemputan. Baru saja aku mau menelpon ke nomer driver yang disediakan, seorang Qatari Srilankan mendekati dan menanyakan kalau aku termasuk rombongan yang mau ke QatarGas. Rupanya selain aku ada dua orang lagi, yang kemudian aku ketahui berasal dari India dan Bahrain. Berbeda dengan aku yang rapi jali dengan baju putih dan berdasi, orang Bahrain cuman pake kaos oblong dan sepatu kets. Sementara orang India hanya memakai baju lengan pendek tanpa dasi. Biarlah, rule of thumb interview aku pegang: lebih baik overdress daripada underdress. Meskipun Anda tahu perusahaan yang Anda apply punya culture relax, jangan overconfident dengan underdress. Dua orang yang menyertaiku ternyata apply untuk posisi mechanical engineer (Bahrain) dan rotating engineer (India).

 

Perjalanan ke Ras Laffan katanya bisa ditempuh dalam 1 jam, tapi kami baru sampai di sana sekitar jam 9 kurang 10 menit. Kami sempet berhenti cukup lama di jalan karena orang Bahrain keukeuh untuk membantu korban kecelakaan – seorang wanita Filipino – yang ditabrak seorang wanita Qatarian meskipun sudah banyak orang yang membantu termasuk – mungkin – saudara dari wanita Qatarian. Aku teringat tulisan di buku Marhaba di hotel untuk tidak meng-underestimate kecepatan mobil. Mungkin si Filipino tertabrak ketika menyeberang karena sebab yang demikian. Wanita Qatari tersebut pingsan sehingga merepotkan orang-orang. Hukum di sana mengatakan barang bukti kecelakaan tidak boleh dipindahkan sebelum polisi datang.

 

Untuk sampai ke Ras Laffan kami melewati highway lebar nan sepi nan mulus nan membosankan….he…he…Sebelum masuk ke Ras Laffan Industrial City, tamu harus mendaftarkan diri di Security Gate dengan menyerahkan passport dan surat pendukung maksud kunjungan. Masuk ke area QatarGas pun demikian, sampai kamera D60 punyaku terpaksa harus ditinggal.

 

Kami di-drop di clinic perusahaan untuk melalui medical test. Medical test terdiri dari beberapa test:

  1. Ambil sample urine dan darah
  2. Test volume udara pernafasan
  3. Test pendengaran
  4. Test ECG

 

Habis medical test, aku ke main office untuk interview. Ternyata dari 4 orang yang dijadualkan hanya tiga yang bisa: 1 technical recruiter dan 2 user dari Loss Prevention Team. Oh ya, sebelum interview aku harus menyerahkan formulir isian employment, menyerahkan pasfoto dan fotokopi ijasah dan certificate. Nah yang terakhir aku gak bawa. Untungnya orang HR-nya nggak reseh. Jadi lesson learnednya bawa juga kopian certificate training.

 

Interview pertama dengan Elissa Grimaldi – technical recruiter. Si doi ternyata punya background S2 environmental tapi memilih karir di recruitment. Berikut beberapa pertanyaan yang aku ingat (dan ini bukan urutan dan bukan semuanya):

          Apa yang kamu kerjakan sekarang?

          Mengapa memilih QatarGas?

          Apa yang kamu ketahui tentang QatarGas?

          Dari sekian pekerjaan, yang mana yang paling kamu suka? Mengapa?

          Kalau orang lain ditanya tentang dirimu apa tiga kata yang menggambarkan dirimu? Bagaimana kalau isteri Anda yang ditanya?

          Apa hambatan Anda untuk pindah ke sini?

          Apa kontribusi yang bisa Anda berikan jika terpilih?

          Apa prestasi yang paling Anda banggakan?

          Apakah Anda sedang di-approach oleh company lain juga?

 

Interview dengan Elissa sangat menarik. Lebih ke arah diskusi karena aku juga kerap melontarkan pertanyaan, seperti:

          Apa yang menarik dari QatarGas bagi kamu?

          Mengapa kamu bekerja di sini?

          Bagaimana masa depan perusahaan ini?

          Bagaimana organisasi perusahaan dan tim?

          Bagaimana tahapan setelah interview ini?

          Apakah compensation dan benefit negotiable?

 

Beberapa statementnya kurasa lebih banyak diarahkan untuk ”menggoda” aku agar tertarik masuk ke QatarGas. No wonder memang untuk itu dia dibayar.

 

Aku sempet mengemukakan concernku mengenai posisiku yang sekarang. Dari posisi leader dan punya beberapa member ke posisi ”hanya” seorang engineer. Aku juga sempat mengemukakan bahwa dengan posisiku yang sekarang aku seharusnya bisa mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari posisi enginer. Dia tidak menjanjikan apa-apa kecuali bahwa aku disarankan untuk berbicara langsung dengan user manager.

 

Sebelum interview selama kurang lebih 45 menit usai aku sempat diperlihatkan contoh standar offer letter dan contoh akomodasi yang disediakan QatarGas.

 

Interview dengan User, tidak lebih sulit. Pertanyaan-pertanyaannya lebih ke arah resume check:

          Apakah kamu pernah melakukan QRA, HAZOP, other risk studies?

          Apakah pernah terlibat dalam SIMOPS?

          Apakah pernah terlibat dalam startup?

          Apakah pernah melakukan fire safety assessment?

          Apakah tahu tentang Business Continuity Plan?

          Apakah tahu tentang Safety Integrity Level?

          Apakah pernah exposed ke H2S operation?

          Standar apa yang sering kamu pakai?

          Software apa yang sering kamu pakai untuk consequence modelling?

 

Untuk interview dengan user aku sengaja membawa satu contoh pekerjaanku yang cukup bagus. Rupanya dia cukup impress dan memuji kerjaanku itu. Satu lagi best practice untuk membawa contoh pekerjaan yang bagus. Selain itu, lagi-lagi aku juga melontarkan pertanyaan menjurus seperti kalau aku di-hire bagaimana posisiku terhadap rekan sekerja di tim? Bagaimana overlapping antara safety dan loss prevention? Sebesar apa coverage dari kerjaan? Seberapa urgent posisi ini harus diisi? Mengapa posisi ini ada?

 

Sama seperti yang aku sampaikan ke Elissa, aku juga mengemukakan concern mengenai posisiku yang sekarang dan downgrade career jika aku menjadi engineer. Sambil mengantarku kembali ke HR, user managerku mempertanyakan kenapa aku melontarkan concernku itu sembari memastikan bahwa dia akan berbicara dengan HR masalah itu.

 

Dengan demikian, interview dah selesai. Aku menunggu untuk diantarkan kembali ke Doha di lobi office HR di depan ruang Elissa. Di tengah waktu menunggu, Elissa menghampiriku dan menanyakan hasil interview dan apakah aku sudah mengemukakan concernku. Selang beberapa menit kemudian Elissa kembali dengan membawa organization chart Safety Environment Quality. Mungkin dia sudah berbicara dengan user manager dan orang HR lainnya sehingga cukup mengejutkanku ketika dia bilang kemungkinan aku akan di”naikkan” menjadi senior engineer karena ada perubahan organisasi. Manager yang sekarang pindah ke Thailand, yang lead jadi manager, dan yang senior jadi lead, sehingga posisi senior kosong.

 

Short of the story, temporary offer yang datang seminggu kemudian ternyata benar dengan posisi senior engineer. Tentu dengan kompensasi yang berbeda daripada engineer yang sebelumnya ditawarkan.

 

Keseluruhan acara hari ini selesai sekitar jam 2-an. Pulang ke Doha aku minta di-drop di Corniche instead of hotel. Maklum ini last chance karena tengah malam nanti aku sudah harus balik. Belum ke Doha kalo belum ke Corniche. Nih ini dia fotoku selama perjalanan ke Ras Laffan dan di Corniche.

Highway Doha-Ras Laffan
Highway Doha-Ras Laffan

kegiatan Konstruksi di Ras Laffan Industrial City
kegiatan Konstruksi di Ras Laffan Industrial City
At Corniche - Doha (Oryx, Asian Games mascot at the background)
At Corniche - Doha (Oryx, Asian Games mascot at the background)
Advertisements

19 thoughts on “Interview di Ras Laffan”

  1. Assalamulaykumwarohmatullohiwabarokatuhu,dan sunnguh wahai saudaraku cerita Pak Wahyu diatas merupakan pengalaman yg paling berkesan khususnya bagi yg mengalaminya dan sangat berguna bagi mereka yg ingin mengikuti jejak Bapak yg ingin bekerta di qatar seperti saya.insYaAlloh mudah2han saya dapat mengikuti jejak bapak amiin ya Robbal alamin.sekian komentar dari saya dan semoga Alloh azza wajala mempertemukan kita .wassalamualaykumwarohmatullohiwabarokatuh.

  2. assalamu’alaikum,
    salam kenal saja, tulisannya sangat menarik, sayah bermaksud, ingin sekali melanglangbuana ke negeri orang dengan keluarga, mudah-mudahan aja ada rejekinya, mencari ilmu, mencari pengalaman hidup yang lebih menarik, do’anya saja, and tips and trik buat dapet kerjaan di sana gimana, kang ?

  3. Ulasan yang bagus Pak. terima kasih buat list pertanyaannya. 😛

    Saya juga mau kerja di Qatar.. tapi pengalamannya masih cetek. hihihi.. but hopefully somebody will hire me to work there. 🙂

    oiya, saya tau blog ini dar milis migas.

    Salam kenal Pak!

    1. Terimakasih Mbak. Insya Allah bisa ikut bekerja di sini jika berusaha. Jika pengalaman masih cetek berarti perlu dikeruk biar dalem…he…he…. Good luck!

  4. Mas Wahyu,klo UAE tuch apanya Qatar? Sy apply ke ICON by UAEstaff.com. Eh,ini outsource juga kah? Btw,jika interview,apa transport&accomd ditanggung company? Kebetulan masuk shortlisted dan nunggu fu next. Costing sekitar berapa kah?

    Thank informasinya. Salam dari Banua Etam East Kalimantan

  5. UAE dan Qatar dua negara yang berbeda Pak. Tapi sama-sama anggota GCC Countries (Gulf Cooperation Council) bersama dengan Oman, Kuwait, Bahrain dan Saudi Arabia.

    Wah saya kurang tahu ICON by UAEstaff. Waktu saya coba browse, malah gak exist tuh addressnya.

    Normalnya ditanggung Pak, akomodasi, dan tiket.

    Thanks.

    1. Terima kasih Pak Risman. BTW saya juga penggemar madu yaman, baru-baru saja sih. Biasanya beli di Souq Waqif. Ntar saya lihat-lihat blog Pak Risman. Sukses dengan bisnis madu yamannya ya Pak.

  6. assalamualaikum syukran pak atas masukkannya.jujur saja persiapan saya benar2 masih nol persen jika tidak browsing info sana sini.. InsyaAllah kita dipertemukan jika memang rezeki ana disana.. wassalam

    1. Sama-sama Pak. Internet, mailing list adalah sumber info yang tak ternilai. Semoga kita dipertemukan. Sukses dengan persiapan interview dan interviewnya!

  7. assalamualaikum Mas Wahyu.

    Saya Riksha, member TQ jg.
    mohon ijin copas ke Blog saya, boleh ?
    itung-itung buat dijadikan contoh pengalaman untuk bisa “nyangkul” di negeri orang.
    trims ya & salam kenal.

  8. Assalamu’alaikum…
    Salam kenal mas Wahyu…
    Mau nanya nih, setelah melewati interview dengan HRD dan user saat walk in interview di Indonesia dan medical check up….apakah disana masih ada juga medical ama interview lagi seperti pengalaman mas wahyu atau berbeda dengan posisi lain/depertment lain.

    Wassalam,
    suryadi

    1. Pak Suryadi, alur recruitment mungkin saja berubah tapi saya dulu medical check hanya di Site Office dan waktu sudah diterima untuk apply Residence Permit. Saya pernah baca di newspaper beberapa bulan lalu ada kewajiban medical check up di negara asal pada institusi yang ditunjuk. Tidak jelas apakah harus medical checkup lagi di perusahaan yang bersangkutan, tapi yang jelas ada medical checkup untuk apply Residence Permit. Kalo sudah interview sama HRD dan user biasanya tidak ada lagi interview di site office.

  9. Salam kenal mas Wahyu,

    Saya dapat offer dari QP utk posisi sr drill eng. Mau komsu nih ama mas Wahyu ttg comp and benefit yg ditawarin sudah reasonable atau belum? Info nya mohon di japri saja mas via email.

    Tku

      1. Masih mas. Saya masih tahap mikir2 utk ambil offer mereka. Saya denger di Doha yg paling ngeri2 sedap adalah di komponen sewa rumah dan sekolah anak?
        Ada emailnya mas ? biar bisa japri.
        Tku

Comments are closed.