Mengapa pindah dari Chevron?

Alasan Keluar
Alasan Keluar

Setiap orang yang tahu aku pindah berusaha pengin tahu kenapa aku pindah. Dan message yang aku sampaikan ke semua orang sama. Aku pindah karena:

  1. Working overseas.
  2. Pengen belajar LNG dan gas business karena aku tahu gas adalah the future of energi dunia.
  3. Untuk memberikan living experiences ke anakku mengenai hidup di luar negeri, sekolah dengan Inggris sebagai medium, dan pada jamannya nanti mereka akan menjadi warga negara global di mana batas antarnegara sudah maya. (Note: hal yang sama ketika aku resign dari CPI untuk sekolah? Kenapa mesti resign? Lagi-lagi supaya jadi living experiences dan model buat anakku, bahwa education is important. Sekarang anakku – meski baru 7 tahunan – sudah memasang target setidaknya melampaui ayahnya: S1 di Singapore (bukan di ITB) dan S2 di US (bukan di Singapore).)

 Pertanyaan berikutnya: apakah tiga hal tadi tidak bisa diberikan oleh Chevron?

Advertisements

3 thoughts on “Mengapa pindah dari Chevron?”

  1. Duit memang jadi pertimbangan tapi bukan deciding factor (bukan alasan/penarik utama pindah). Namun demikian, duit memiliki “threshold point” buat keputusan pindah gaknya. Maksudnya, kalo tiga hal di atas bisa terpenuhi oleh perusahaan/tempat yang baru, tapi threshold duitnya tidak terpenuhi ya gak jadi pindah. Bener tho Pak De?

  2. saya juga sempat bekerja di chevron selama 2 tahun….betapa nikmatnya segala flow kerja dengan step dan procedure-nya…… namun setelah saya pindah dan mendalami lebih mengenai new venture dan real exploration…waaahh…baru bener2 berasa…selama ini mata dan kuping saya tertutup rapat…. utk basic flow work dan organisasi, chevron tempat yg bagus utk belajar….tapi utk mengasah ada baiknya dilakukan diluar…hehehehe….

Comments are closed.