10 Things to Prepare before Leaving

[UPDATE: BEBERAPA HAL SUDAH BANYAK BERUBAH TERUTAMA MENGENAI DOKUMEN YANG DIPERLUKAN BAGI PENGURUSAN RESIDENCE PERMIT. INI KHUSUSNYA TERKAIT DENGAN PERLUNYA DOKUMEN DI-ENDORSE/MENDAPATKAN PENGESAHAN DARI EMBASSY QATAR MAUPUN KEMENTRIAN INDONESIA. SILAHKAN SIMAK BERITA TERKINI DARI MILIST TENTANGQATAR].

Sebelum meninggalkan Indonesia, jauh-jauh hari pastikan hal-hal berikut sudah Anda siapkan/selesaikan:

1. Penerjemahan Dokumen ke Bahasa Inggris.

Penerjemahan harus memakai Penerjemah Tersumpah (Sworn Translator). Bisa tanya Paman Google di mana. Sayangnya di Balikpapan saya belum menemukan (ada yang tahu?….). Beberapa dokumen yang perlu diterjemahkan:

a. Ijasah terakhir

b. Akte kelahiran Anda dan keluarga

c. Marriage Certificate (Akte Nikah)

d. Police Clearance Certificate/SKCK – Kelakuan Baik (optional – beberapa perusahaan mensyaratkan).

e. Untuk anak  yang mau sekolah: Leaving Certificate, 3-year school records (raport), Immunization Card.

Scan semua dokumen di atas baik yang Bahasa Ind dan Inggris, cetak versi Inggris (5x).

[Lihat update tulisan saya mengenai Penerjemahan Dokumen]

2. Pas Foto

Pastikan berlatar belakang biru. Cetak ukuran passport (untuk Qatar: 5 x 5 cm). Siapkan kira-kira 20-25 lembar (saya pribadi menyiapkan 30 lembar). Boleh juga Anda menyiapkan ukuran 4×6, 3×4, 2×3 secukupnya

3. Buat SIM International

Lumayan untuk dipakai awal-awal tinggal di Qatar sebelum mendapatkan driving permit. Biasanya masa berlaku di Qatar 6 bulan. SIM international sendiri berlaku setahun. Urus di IMI setempat

[Update: Lihat tulisan mengenai Pembuatan SIM International. Anda perlu mempertimbangkan untuk tidak membuat SIM International]

4. Aktifkan roaming international nomer HP Indonesia Anda.

Ada baiknya tetap menjaga nomer Indonesia Anda tetap aktif sampai Anda yakin semua teman Anda tahu nomer baru Qatar Anda, atau karena memang Anda menginginkan tetap aktif terus.

5. Aktifkan internet banking untuk tabungan di Indonesia.

6. Scan semua dokumen penting Anda: ijasah, certificate training/qualification, transkrip, atm, buku tabungan, surat keterangan kerja, akte kelahiran, passport, surat nikah, SIM, etc. Suatu saat Anda perlu Anda tinggal print.

7. Siapkan dokumen yang diperlukan untuk mobilisasi: e-ticket, work visa, passport, offer letter dan arrival details (siapa yang menjemput, nomer telp-nya)

8.Kirim dokumen penting mobilisasi ke suatu email Anda. In case of loss, Anda masih bisa mendapatkan salinannya dan mencetaknya. Jika perlu simpan dalam card HP/PDA atau flashdisk.

9. Siapkan obat-obatan umum: sakit kepala, flu, batuk, vitamin. Bawa juga lip gloss dan pelembab kulit. Jika perlu bawa obat-obatan spesifik yang tidak ada di qatar tapi Anda atau keluarga memerlukan. Contoh: saya berencana membawa minyak tawon.

10. Buat checklist untuk segala keperluan di atas. Sebelum berangkat cek kembali kelengkapan. Saran saya beli folder dokumen ber-tab (seperti map tapi tebalnya 5 cm umumnya terbuat dari plastik transparant, di dalamnya terdapat sekat-sekat), atau folder berkantong banyak.

Advertisements

11 thoughts on “10 Things to Prepare before Leaving”

  1. Assalamu Alaikum Wr Wb,

    Mas Wahyu, semoga Allah SWT membalas tulisan-tulisan anda yang sangat membantu bagi mereka yang sedang melakukan persiapan untuk berangkat ke Qatar (termasuk saya). Saya sudah menerima OL dari Qafco awal bulan ini.

    Sekali lagi terima kasih ya Mas.

    Wassalam,
    Karaeng

    1. Terima kasih Pak Karaeng. Selamat datang di Qatar. Hubungi saya jika ada pertanyaan atau perlu bantuan. Salam.

      1. Panggil Karaeng aja..orang makassar merasa aneh kalo pake pak karaeng….hehehe. Kalau buat japri, email address Mas apa ya?

        Sukses selalu Mas.

        Salam.

  2. alhamdulillah, akhirnya saya membuka lagi laman ini…setelah tahun lalu sempet nengok2…

    btw, apakah proses pengurusan administrasi di Qatar dan UEA mirip2 saja?

    1. Alhamudlillah Daeng. Saya kurang mengerti banyak Daeng mengenai urusan administrasi UAE. Mungkin bisa dikontak Hendra Mesa di Abu Dhabi, atau Ardian Nengkoda di Dubai. Jadi diambil kan? Kapan departure datenya?

  3. Halo mas Wahyu,
    Apakah dokumen sekedar diterjemahkan atau adakah yang perlu legalisasi. Jika perlu legalisasi kemana saja yg dibolehkan.

    thanks

    1. Halo Pak Hari, seingat saya sekarang aturannya agak beda…ada beberapa dokumen yang perlu dilegalisasi department tertentu di Indonesia lalu di-attestasi oleh Embassy Qatar…saya kurang update masalah ini…Mungkin bisa digoogling ya Pak (beberapa pernah dibahas di milist tentangqatar). Salam.

  4. Mas Wahyu, tolong infonya donk, masalah VDRL dan TPHA, katanya untuk Middle East harus 0 (nol), Saya punya VDRL 1:1 dan TPHA 1:80.
    Dan saya pun baru tau tahun kemaren dan jadi masalah di UEA. Dan saya jadi balik ke Indonesia. Dan saya Konsult dengan dokter 2 di Indonesia, menurut mereka itu sebenarnya tidak masalah dan termasuk dari salah seorang dokter profesor yang buka praktik di depan RS Cikini. Sekarang saya ada offer utk QP dan MCU Selasa April 2014 kemaren dan belum ada info hasil MCU dan mmg blm saya tanya. Barang kali ada teman mas Wahyu yg kerja di RS QP atau lainnya di Qatar. Urgent mas…

Comments are closed.