7 Hari Pertama

7 Hari Pertama

Hari ke-1

Jam 6.30 aku dah sampai hotel. Waktu check-in aku diberitahu receptionist bahwa Qatasrgas menanggung makan sebesar QR300 per hari dari restaurant hotel dan laundry QR400 per minggu. Setelah beres-beres dan foto-foto kamar, aku istirahat. Mengusir sedikit jet lag dan sleep deprivation selama terbang. Bangun siang, kontak Wemphy dan Igo, lalu keliling sekitar hotel. Dengan udara yang nyaman, meskipun siang hari – sebelum nanti menjadi sangat dingin di Januari/Februari – sungguh ini waktu yang tepat untuk menikmati Qatar. Jalan kaki aku mengelilingi blok daerah Al Sadd, melewati Royal Plaza, Lulu Center (yang sialnya tutup sampe sore nanti) dan berakhir di Al Asmakh Mall/centrepoint). Ada mungkin setengah jam-an. Dari Al Asmakh Mall aku naik taksi ke City Center. Beli Hala card (kartu GSM prabayar), dan beberapa snack dari Carrefour. Untuk beli Hala Card, cukup menyerahkan fotokopi passport. Kalaupun tidak punya, mereka punya mesin fotokopi. Biayanya QR50 dengan QR25 credit di dalam kartu. Sayangnya sekarang tidak ada lagi taksi Karwa yang standby di City Center, sehingga terpaksa aku pakai taksi limusin – QR30.

Malamnya, aku ketemu Wemphy di The Coffee Beanery – coffee shop di hotel. Kita ngobrol banyak hal, dari mulai Balikpapan, temen-temen, kehidupan di Qatar, kerjaan, dan banyak hal lainnya. Saking enaknya ngobrol sampai tak terasa udah hampir jam 11 malam.

 

Hari ke-2: 27 Nov 2008 – Kawan Lama dan Baru

Hari ini mulai kerja! Driver menjemput jam 8 dan mengantarkanku  – di luar perkiraanku ke Ras Laffan – ke kantor sementara HR di Doha. Kata orang HR, semua support function (HR, finance, accounting) akan dipindah ke Doha, jadi site office di Ras Laffan hanya untuk core function: operation maintenance, engineering, project mengingat tingginya demand office untuk mengakomodasi Expansion Startup (ESU) team. Di kantor HR ini aku bertemu Mr. Zakir – recruitment liaison, dan Mrs Elisa – technical recruiter – yang dulu mewawancaraiku. Aku diberikan package orientation yang berisi employee handbook, company policy, immigration procedure, work procedure, dan formulir-formulir yang harus diisi. Passport, foto dan work visa diserahkan ke HR untuk pengurusan Residence Permit. Aku juga menandatangani Contract Employment. Ternyata service dateku dimulai bukan 27 Nov 2008 hari ini, tapi mulai dari tanggal mobilisasi 25 Nov. Jam 3 semua urusan selesai dan aku diantar ke hotel.

Sore-sore Wemphy telpon mengundang makan malam di rumahnya. Rumah Wemphy ternyata dekat banget dengan hotelku. Sekitar 10-15 menit jalan kaki. Wemphy menyewa sebuah apartment/flat dua kamar tidur di daerah Al Sadd. Aku bertemu dengan Karim (Qatar Airways), Emil (Nokia), Ilham (Qatargas), Sanggam (Vico) – semuanya temen baru yang belum pernah aku kenal, kecuali Ilham yang sempet aku kirimin Add Connection via Linkedin. Makan-makan berakhir jam setengah sepuluhan dengan action items main golf besok paginya di Doha Golf Club.

Aku dan Wemphy - temen satu team di Chevron Balikpapan
Aku dan Wemphy - temen satu team di Chevron Balikpapan

Kawan Baru - ki.ka. Karim, Emil, Ilham
Kawan Baru - ki.ka. Karim, Emil, Ilham

 

 

Hari ke-3: 28 Nov 2008 – Dunia Memang Sempit, Dunia Memang Kontras

Jam 7 pagi yang dingin, Wemphy dan semua yang hadir tadi malam, kecuali Sanggam, sudah menjemputku di hotel. Doha Gulf Club ada di utara Doha, mungkin antara 10-15 km dari pusat kota. Untuk 30 bola, kami membayar QR30. Di sini aku belajar “nyangkul” pertama kalinya. Sambil mukul-mukul, pembicaraan mengalir mengenai fotografi – karena kebetulan aku bawa D60 – , golf, dan dunia laki-laki lainnya.

Selesai nyangkul jam 9, kami ngobrol sambil ngopi di coffe shopnya. Ada Pak Riswan – Operation Specialist Qatargas –  yang ikut nimbrung. Kali ini obrolan selain golf, juga mengenai Indonesia, Doha, dan kerjaan. Menjelang jam 10 kita bubar karena bentar lagi jumatan. Diantar ke hotel, aku janjian ama Wemphy untuk jumatan.

11.15 Wemphy dah jempu aku di hotel untuk jumatan. Tapi karena waktu yang tidak cukup kami tidak jadi ke QICC (jumatan dengan kutbah dalam bahasa Inggris) tapi ke sebuah mesjid dekat rumah Wemphy. Siangnya aku menjamu Wemphy makan siang di hotel – lumayan manfaatin fasilitas dari kantor.

Malamnya, Wemphy lagi-lagi ngajak aku gabung pergi ke Villagio. Ini pertama kalinya aku Villagio – mal dengan kanal buatan dan gondola di dalamnya. Ternyata kami bertemu lagi dengan Ilham, dan Emil. Dan dunia begitu kecilnya, aku bertemu dengan kakak kelas dari daerah asal – Lumajang. Aku tahu jurusan, dan kosnya dulu tapi malah lupa namanya – belakangan aku tahu namanya – Anto. Dia kerja di Ras Gas.

Dalam perjalanan pergi dan pulang ke Villagio,melewati jalan dengan semarak lampu yang benderang, aku jadi menengok ke belakang, mengenang saat-saat di Balikpapan di mana lampu jalan dimatikan karena electricity shortage sehingga untuk jalan ngandelin penerangan lampu mobil atau bangunan sekitar. Duh kontrasnya. I hope that Balikpapan will find its way to solve that long lasting problem. I really hope.

Acara selesai jam 10.30-an.

Hari ke-4: 29 Nov 2008 – Terkapar!

Hari ini mestinya aku ketemuan ama Igo. Sayangnya hidung meler dan batuk kok semakin menjadi. Aku putuskan untuk istirahat aja di hotel dan membatalkan janji ketemuan. Sempet baca-baca buku QRA, dan makan di hotel, tapi mostly aku istirahat di kamar.

Hari ke-5: 30 Nov 2008 – Induction Day

Hari ini aku ke Ras Laffan Office. Untuk ke Ras Laffan – 80 km utara Doha – orang memerlukan sekitar satu jam driving. Di Ras Laffan Industrial City (RLIC) – semacam Jurong Island di Singapore – bermukim Ras Gas, Qatargas, Oryx GTL, Dolphin, Pearl GTL, Laffan Refinery, Kahrama Power Generator and Desalination Plant, dan Ras Laffan Port. Untuk masuk ke RLIC orang perlu punya temporary pass – untuk visitor harus disponsori oleh perusahaan yang ada di situ, atau permanent pass untuk mereka yang bekerja di situ.

Nyampe di kantor, aku disambut ama Hasan Husni Abunada – Head of Loss Prevention Engineering. Aku kemudian diantar ke Training Center untuk mengikuti Plant Induction. Plant Induction di sini lebih dititikberatkan pada pengetahuan kita mengenai hazards di plant, peraturan dalam plant area dan bagaimana response kita terhadap situasi emergency. Hazard yang terutama adalah H2S, dan induction menekankan bahwa kita harus mengetahui bahayanya, mengetahui di mana posisi kita, arah angin dan muster point yang aman, bukan terdekat, jika terjadi kebocoran gas. Mungkin ini salah satu inductionku yang terbaik yang pernah aku ikuti. Interactive dan sangat jelas dengan penggunaan piranti media presentasi yang mumpuni.

Induction berakhir jam 11. Aku kemudian pergi ke Bhaskaran – personnel admin supervisor, untuk ngurusin masalah expense claim, bank account dan salary advance. Ternyata kita bisa mengajukan salary advance maksimum 50% gaji sebulan – meski nantinya aku baru tahu prosesnya ternyata agak lambreta.

Siangnya aku melakukan orientasi dengan Hasan dan termasuk perkenalan dengan member dari SEQ department.

Hari ke-6: 1 Dec 2008 – Medical Test Residence Permit

Hari ini rencananya aku medical test untuk pengurusan residence permit. Medical Test dilakukan di Medical Commission. Oh ya untuk syaratnya adalah passport asli, work visa, nomer HP, dan pengantar dari company.Jam 7 aku udah antri di depan office, sementara di dalam sudah ada sekitar 100 orang duduk mengantri. Jam 7.15 baru aku masuk ke dalam. Di dalam, antrian ditempatkan dalam dua bagian kiri dan kanan, masing-masing dengan 33 kursi (11×3). Kalo yang depan sudah disuruh berdiri antri di depan 4 booth kasir, orang di belakang maju ke kursi depannya, begitu seterusnya. Proses medical test sangat simple, hanya blood drawing dan x-ray. Untuk food handler ada clinical examination. Jam 8 lewat 5 aku udah menyelesaikan pembayaran di kasir sebesar QR100 (dibayarin company). Di kasir aku juga diambil fotonya. Setelah mendapatkan receipt dengan barcode tertentu, aku pergi ke ruangan di sebelah kanan, Blood Drawing Reception. Menyerahkan receipt aku mendapatkan satu botol untuk ambil darah di ruangan sebelahnya. Setelah itu pergi ke ruangan X-ray di sebelah kanannya lagi. Ada ruangan massal ganti baju, yang udah ganti baju antri sebelum dipanggil. Keseluruhan proses selesai jam 08.30. Ternyata aku diantar balik ke hotel, bukan ke Ras Laffan – menurut driver orang Srilanka, memang medical test dan finger print day adalah holiday. Ada enak dan gaknya. Gaknya karena banyak yang harus diurusin sebagai new employee. Setelah telpon HR aku baru yakin boleh gak ke kantor.

Sesampai di hotel aku arrange transport untuk besok ke Ras Laffan. Sorenya aku pergi cari laptop di Carrefour dan Jarir bookstore. Harganya tidak jauh beda. Di Jarir lebih mahal QR50 tapi mendapatkan tas laptop dan optical mouse. Pilihanku jatuh ke HP Pavilion dv5-1110ee.

Malamnya dinner di hotel. Kebetulan ada new employee Qatargas orang Pakistan berpassport Australia yang menginap di hotel yang sama dan pergi medical test sama-sama. Kami ngobrol banyak hal mengenai Australia, Qatargas, India-Pakistan, keluarga dan Qatar.

Hari ke-7: 2 Dec 2008 – Meeting and Boring

Pergi ke Ras Laffan, aku barengan sama orang Australia – David Borrill – yang kemudian aku ketahui dari Truscott Crisis Leader yang mendampingi Qatargas untuk melakukan crisis emergency drill tanggal 4 Dec nanti. Beberapa highlight hari ini:

          Monthly meeting dengan Expansion Startup Team di project office (qatargas II)

          Membuka bank account (dengan pengantar dari Personnel Admin)

          Memasukkan salary advance request

          Mendapatkan print email mengenai perpindahan ke temporary accommodation

          Mendapatkan userid dan password tapi belum ada PC

          Dikontak Manulife untuk menyerahkan surat referensi bekerja di Chevron untuk pengurusan penarikan dana

          Diberi tugas mereview Loading GTL Diesel in Low or No Wind Condition

Karena belum ada PC, not so much yang bisa aku lakukan, selain membaca referensi tugas. Sedikit boring.

Advertisements

6 thoughts on “7 Hari Pertama”

  1. Hi Wahyu. Quick question on the medical check up 🙂 Any idea if QG is very strict about HEP-B (position offered is in Management field)? Will that stop me from getting a RP there?

    1. Hi Nori, diseases being screened are HIV/AIDS,
      Tuberculosis, Hepatitis B, Hepatitis C as per Medical Commission website.

Comments are closed.