Lesson Learned and Best Practices

Lesson Learned and Best Practices….

More to come as they’re found:

1.       Expect for the Best, Prepare for the Worst. Akan ada pasti excitement di awal-awal pertama, masa bulan madu tapi kemudian bisa muncul rasa frustasi di awal-awal harus settling, kesepian yang menyiksa, kerinduan akan keluarga di Indonesia, sampai bisa timbul pertanyaan: Benarkah keputusan yang sudah aku ambil ini? Andai saja aku tidak memutuskan ke sini?  Satu yang pasti, keep forward, never lookback! Percayalah, badai pasti berlalu dan dia tidak akan menenggelamkan Anda kalau sebelum berangkat Anda memastikan quote Expect for the Best, Prepare for the Worst dipahami benar.

 

Expect for the best memotivasi Anda untuk menjalani hari-hari sulit, memastikan niat Anda kembali bahwa Anda ke sini untuk sesuatu yang Anda yakini lebih baik, dan mendorong Anda untuk menampilkan performance yang terbaik. Prepare for the worst membantu Anda memanage risks yang bisa membuat Anda gagal dan menyusun risk mitigationnya. Apa risks yang bisa timbul? Gali dari pengalaman yang lain, dapatkan informasi sebanyak-banyaknya (internet, buku, teman, peta, milist, etc.) dan seringlah bertanya  (Anda tidak harus menjadi yang pertama untuk mengalami sesuatu). Adakah di antara yang ini: cuaca panas, home sick, kesepian, frustasi, mencari sekolah, mencari rumah, masalah imigrasi, masalah bahasa, makanan, driving test, driving, cultural shock, working environment, discrimination, pay, work, family acclimatization, new environment?

2.       Bawa Laptop, atau beli kalau belum punya. Cukup membantu mengatasi rasa sepi, membantu berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia (i.e. via Skype or Messengers), atau ngerjain kerjaan kantor kalau senggang (senggang kok ngerjain tugas kantor!), atau sekedar beresin file-file yang menumpuk – hasil download habis2an?, atau lihat dan rapiin foto-foto yang selama ini Anda abaikan.

3.       Membawa handphone Dual GSM cukup berguna, satu nomer Qatar satu nomer Indonesia yang masih perlu di-maintain.

4.       Ikut milist orang-orang Indo yang ada di Qatar, bahkan sebelum Anda pergi ke Qatar, untuk dapetin pengalaman mereka sebelumnya atau dapetin temen baru seperantauan.

5.       Minta kawan Anda membelikan buku Marhaba. Atau Anda beli sendiri buku lainnya yang bagus: The Complete Resident’s Guide – Qatar. Berisi semua informasi yang Anda butuhkan tentang living, working, and enjoying Qatar. Baca sebelum Anda menandatangani offer!

6.       Jangan matikan hobby Anda. Kalau anda hobi mancing sebelumnya di Indonesia, teruskan di sini. Hobi fotografi? Kesempatan mengeksplor sisi unik Qatar yang belum tentu semua orang mendapatkannya. Atau hobi bersepeda? Kalo Anda kuat sih…..saya tidak.

7.       Pelajari Bahasa Arab sederhana dan etiket setempat. Bahasa Inggris dipergunakan secara luas, akan tetapi menggunakan sedikit Bahasa Arab dengan orang local dan ditambah dengan pemahaman etiket setempat (Do and Don’t) membantu Anda untuk diperlakukan dan diterima dengan baik  di lingkungan yang baru, or at least Anda tidak menjadi malu karena melakukan sesuatu yang kurang layak menurut budaya setempat. Anda tentu masih ingat peribahasa Di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Tahukah Anda bahwa Anda tidak disarankan untuk bertanya (misalnya arah jalan) kepada orang wanita local? Shukran……….Aafwan.

8.       (to be continued)

Advertisements

3 thoughts on “Lesson Learned and Best Practices”

  1. wah wah hebat, kalau boleh diemailin saya, soalnya rencana nya mau kerja disana. jadi saya blank tentang :
    1. Urusan sebelum berangkat, jadi ngurus2 apa saja
    2. residence

    ada penempatan dari kantor.

    demikian
    salam
    yohanes

Comments are closed.