Minggu Kedua

Hari ke-8: 3 Dec – Selesai dan Menggantung

Beberapa hal sudah selesai tapi ada juga yang menggantung:

          Bank account selesai, ATM dah dapat dari QNB – Qatar National Bank

          Tapi belum bisa menyerahkan nomer back account ke accounting buat salary transfer

          Salary advance juga belum selesai

          Pindah ke temporary accommodation (dibahas detail nanti)

          Baca lanjutan GTL Loading, baca QRA

Hari ke-9: 4 Dec – Emergency Drill dan Internetan Pertama

Hari ini setengah hari aku ikut emergency drill – crisis management drill tepatnya. Kali ini drillnya unannounced – sengaja untuk surprise manajemen menjelang libur panjang Eid Hajj 5-10 Dec. Scenarionya pipa pecah karena anchor dragging yang berpotensi menyebabkan casualties akibat H2S. Big ticket items lebih kea rah communications dari incident commander, dan strategic action dari management (instead of tactical action). Entah kebetulan atau tidak, satu minggu sebelum aku pergi ke Qatar aku ikut emergency drill di Cehvron, dan kini satu minggu setelah datang di Qatar aku ikut drill juga.

PC belum ada, jadi aku manfaatin baca dari hardisk yang aku bawa mengenai safety studies di lain tempat.

Pulang ke temporary accommodation di Tatweer, aku bergegas pergi ke supermarket terdekat untuk beli kartu internet prabayar karena udah janjian ama isteri.

Hari ke-10: 5 Dec 08: Webcam Berhasil!

Dapet berita Fathan panas. Padahal paginya, (jam 2 malam waktu sini), dia nelpon aku, sendiri!

Jumatan di mesjid terdekat. Akhirnya webcam berhasil meski gambar dari Balikpapan kadang tak bergerak. Ini obat kangen yang lumayan lah.

Hari ke-11: 6 Dec 08: Risiko Moving

Baca.Baca. Baca. Hampir finish nih baca CPQRA-nya. Pagi keliling kompleks sambil cari Doha English Speaking School yang menurut peta ada di arah timur laut. Sudah dikelilingi gak juga ketemu, belakangan aku baru nyadar itu sekolah posisinya di depan Tatweer Complex, tapi arah barat laut. Dari Tatweer memang cuma keliatan tembok-tembok aja.

Kontak-kontakan dengan Sunowo, teman kuliah di ITB dulu. Doi tinggal di Al Muathier dekat Villagio katanya.

Fathan masih panas. Takutnya demam berdarah, karena ada temen satu sekolahnya terkena dan dua temennya masuk RS. Syukurnya hasil cek darah bagus. Disuruh cek dua hari lagi. Diberi obat panas juga.

Sorenya webcam-an lagi. Sedih euy, dua-duanya nahan kangen. Bunda sampai gak kuat. Sigghhhh….inilah risiko moving…….Ada masa di mana aku tidak bisa kumpul dengan keluarga untuk waktu  yang lama.

Hari ke-12: 7 Dec 08 – Landmark Mall

Tadinya aku merencanakan mau lihat Museum of Islamic Art yang baru buka, tapi berhubung susah dapat taxi, dan jarak yang jauh untuk dijalani kaki, maka kuurungkan ke sana. Akhirnya sasaran dipindahkan ke Landmark Mall, kebetulan belum pernah ke sana dan ada yang mau dibeli seperti mouse, headset, kabel, dll. di Carrefour.

Semuanya dapet kecuali mouse. Pulang ke rumah, masak, makan, baca lalu mandi. Sore nyante online sambil nunggu Bunda online juga. Download beberapa software, cek email, cek berita Indonesia.

CPQRA habis dibaca. Khalas! ceu urang sini mah…

Malem tidurnya agak awal. Mata dah berat karena kecapekan.

Hari ke-13: 8 Dec 08 – Eid Adha

Bangun pagi banget. Ada sms dari Balikpapan sapi kurbannya udah dipotong. Sholat Eid di masjid terdekat. Mampir beli Koran di supermarket, lalu nyuci. Sambil nungguin cucian, online buat nyari sekolah-sekolah. Alhamdulillah semuanya sudah di-browse dan disave. Tinggal baca-bacanya nanti. Sempat ol chatting bareng gharonk dan igo. Lihat tv sempet ketiduran bentar, sebelum bangun makan siang dan sholat.

Coba skype, awalnya lancar suara dan videonya tapi kemudian putus-putus. Akhirnya balik ke YM.

Sore baca-baca risk management suatu company, karena bos nyuruh bikin yang sama untuk QG. Ada dua sementara yang bisa dijadikan benchmarks.

Malam YM!-an sama Bunda, lagi-lagi intermittent connection mengganggu, but overall sangat mengasyikkan.

Hari ke-14: 9 Dec 08 – Lesson Learned dari Washing Machine

Bangun pagi nyetrika, gak terlalu banyak sih, tapi lumayan juga setelah sekian lama gak pernah nyetrika. Sepertinya ngeringin cuciannya terlalu lama di washing machine jadi agak susah ngelicinin kusut-kusut baju. Maksudnya, pake mesin cuci front loading, baju dipuntir dan dibanting-banting kemudian dikeringkan dengan panas, sama seperti menyetrika, sehingga kusut2nya jadi agak susah dilurusin. Lesson learned lah.

Habis mandi ke supermarket untuk stok barang yang udah habis. After that, kembali ke laptop untuk baca geral specification risk assessment methodology suatu European oil company – sambil ditemenin music Indo dan secangkir susu putih dingin….walah…..Asyik…..

 Cuaca di luar cerah tapi masih dingin, jadi masih gak perlu nyalain AC.

Makan siang beli di luar. Pas jalan pulang dapet sms kalo Faiq ranking 1 di les bahasa inggrisnya. Siang-siang pas lagi baca di kamar tidur dapet sms lagi kalo Dd panas. Gak tahu kenapa. Tapi Bundanya seringkali mergokin dia cium-cium foto ayah yang ada di hp. Panas karena kangen kali. Bundanya bilang I I wish you were here. Aduh jadi sedih.

Malamnya YM!-an. Eh ada Faiq….sayang hari sudah malam di sana jadi YM!-annya gak terlalu lama. Lain kali ya Nak. Bunda ngeliatin gelang yang dia beli.

Advertisements