Minggu Ketiga

Hari ke-15: 10 Dec 08 – Thanks to Technologies!

Hari terakhir libur panjang Eid Adha. Gak ada rencana keluar. Pagi jalan sekitar complex, penasaran lihat kolam renang kecil di tengah complex. Airnya sepertinya agak kotor, jarang dikuras mungkin. Balik ke rumah, review semua informasi tentang sekolah. Lumayan ada beberapa yang dijadiin sasaran.

Agak siangan, baca NFPA 59A LNG, ampe ketiduran J…dingin sih apalagi bacanya ambil tiduran. Lalu masak dan makan siang sambil nonton Al Jazeera news. Check email Yahoo bentar….oprek laptop…

Malam, seperti biasa, online sama Bunda. Duh baru kerasa manfaat teknologi….kebayang dulu orang berpisah tanpa tahu kondisi masing-masing, cuman dari surat/kartu pos/telegram dengan delay waktu yang lama, kemudian email dan telepon, kemudian sms, dan sekarang chatting dan webcam. Thanks to whoever invented those technologies! Inget kuliah Konsep Teknologi bahwa salah satu benefit dari teknologi adalah waktu! Teknologi mempersingkat waktu yang kita perlukan. Bener juga dari information delay mingguan, harian, jam sampai akhirnya real time.

Hari ke-16: 11 Dec 08 – Great Contributor dan Bus Pertama

Head-ku tadi memuji kerjaanku setelah aku memberikan pertimbangan LP engineering mengenai masalah loading GTL diesel pada kondisi low atau no wind. Padahal menurutku tidak seberapa, toh tinggal cari dari tumpukan GB library dan standards yang aku kumpulin, plus Tanya Mbah Google. Ujung-ujungnya sore dia ngasih kerjaan ke aku mengenai process safety performance indicators. Deadline seminggu…..Hmmm…ternyata QG cukup bagus dalam men-track process safety performance di samping conventional occupational safety.

Oh ya hari ini aku mencoba ikut shuttle bus (minibus 20 seat). Sebenarnya ada beberapa bus yang mampirin Tatweer compound, tapi tujuannya beda-beda. Ada yang ke MCR, ada yang ke Refinery, ESU Office, MCR, Training Center, Ras Gas Office dll. Yang ke arah main office atau HQ at least ada dua. Yang 5.45 pake bus besar dan 6.00 pake mini bus. Aku pake yang terakhir. Yang paling pagi 5.15 buat mereka yang kerja shift di operation atau control room. Biarpun berangkat pagi ternyata nyampe HQ tetap aja jam 7.30. Agak macet pas masuk ke RLIC. Anehnya pulangnya cuman satu jam. Berangkat jam 3.30 sharp dari Training Center nyampe kamar masih jam 4.30.

Chatting sama Faiq, dianya dah kepengen banget ke Qatar. Selain karena kangen juga karena rumah sering mati listrik……penyakit Balikpapan.

Hari ke-17: 12 Dec 08 – Kepentok Family Day!

Gara-garanya semuanya lupa kalo family day  diterapkan juga di Qatar Museum of Islamic Arts – tempat yang kita jadikan sasaran hunting foto. Jadinya kita mengalihkan perburuan ke dermaga/jetty dekat dengan Doha Ports. Di situ banyak orang yang mancing atau sekedar menghirup udara segar sore sambil menikmati hilir mudik boat dan bulan yang hampir purnama.

Malam sebelumnya aku udah kontak Igo kalau2 dia ada acara besok untuk aku ajakin hunting foto. Ternyata doi punya  acara mancing pagi-pagi dan bisanya sore jam 4. Perfect. Apalagi museum baru buka jam 2. Pagi agak siang aku woro-woro di milist tentangqatar untuk cari kawan lain yang mungkin tertarik. Pak Eko Kristianto dari BNI ternyata tertarik join. Kita ketemuan di Al Ghanim Bus Terminal di depan Qatindo – toko Qatar – Indonesia jam 3.30 PM. You know what? Semuanya ternyata pake kamera Nikon D60! Meski dengan lensa berbeda: Igo dengan 18-200 Nikon, aku dengan Sigma 18-200, dan Pak Eko dengan lensa kit Nikon 18-55. Di sekililing kita sudah tumplek bek itu orang-orang India, Filipina, Pakistan, Bangladesh, di trotoar, di terminal, di area terbuka, di tempat pengiriman uang. Persis kayak pasar malam or karnaval.

Jalan ke arah museum kita dicegat polisi syariah yang bilangin kagak boleh masuk ke area taman karena family day dan disuruh muter. Eh diujung jalan muter, pas di depan QNB building dekat Museum, ada polisi yang sama yang gak ngebolehin kita masuk. Baru bisa jam 6 katanya! Duh, sialnya jadi single status….

All in all, good start lah buat awalan. Bisa diulang lagi tapi dengan planning yang lebih baik terutama mengkonsider family day!

Aku balik jam 5 karena dah janjian jam 6 untuk YM-an dengan Bunda. Naik bis yang sama (bis 156) dengan perginya, bis sempet jalan merayap di sekitaran souq, ada mungkin 20 menit (padahal perginya 20 menit dah nyampe). 10 menit kemudian bis dengan tariff 3 riyal ini dah nyampe di area Kulaib deket rumah, tapi kok ke arah Madinat. Gawat kalo kebablasan. Akhirnya aku turun di halte terdekat, dan jalan ke rumah. Perlu another 5 menit untuk jalan ke rumah. Nyampe rumah dah jam 6.16. Untungnya Bunda masih sabar menunggu untuk YM-an yang senantiasa mengasyikkan ini.

Hari ke-18: 13 Dec 08 Reward Yourself!

Reward your self. Memang begitu seharusnya. Kadangkala kita perlu menghargai diri kita sendiri. Kerja keras sepanjang pagi ngerjain tugas kantor, sorenya aku treat diriku untuk jalan, dan shopping. Meski cuman ke city center doang. Beli accessories gadget, buku, dan hei….bumbu-bumbu!

Sepanjang Sabtu pagi itu, aku berkutat dengan Process Safety Performance Indicators, tugas dari Head yang diberikan Kamis sebelumnya. Untunglah, aku berhasil mencerna dengan baik dan mencatat poin-poin yang perlu diklarifikasi untuk hari Minggu nanti. Code terpecahkan istilahnya. Jam 11-an kerjaan selesai, waktunya mandi makan dan istirahat. Janjian ama anak-anak untuk YM! sore waktu wita. Sambil nunggu – mereka ternyata tidurnya lama betul – aku ngutak-atik foto selama di Qatar untuk nantinya diupload di wordpress.

Pas YM! Anak-anak keliatan seneng betul. Lagi-lagi mereka bilang kangen dan pengen segera ketemu ayahnya. Dedek yang jarang chatting keliatan lucu banget. Nongol-nongolin mukanya di depan webcam. Sambil ngetik yang bisanya cuman nulis nama-nama keluarga.

Malam aku upload beberapa gambar ke wordpressku. Lumayan lah untuk ngisi setelah sekian lama ditinggal websitenya gak keurus.

Hari ke-19: 14 Dec 08 – Salary Advance

Sepanjang pagi di kantor, ngerjain dan update performance indicators untuk Sep Oct dan Nov 2008. Pergantian leader di section membuat tiga bulan terakhir performance indicators tidak terurus. Ditambah dengan skinnynya resources di department.

Salary advance sudah bisa diambil, diperkuat ama email dari accounting. Aku pergi ke Personnel Admin mengambil voucher untuk dicairkan di QNB di lantai 1. Sebenarnya gak perlu-perlu amat sih. Uang bawaan masih cukup. Tapi, kenapa nggak? Salary advance bisa diambil maksimum 50% dari gaji bulanan.

Besok aku mau ikut plant safety tour jadi siangnya sibuk nyari PPE dan beresin H2S card.

Hari ke-20: 15 Dec 08

Dipimpin oleh Hasan dan Tawfeeq (Head and Lead LP) plant tour section Loss Prevention Engineering dilakukan ke Upstream Area (Internal receiving) di Ras Laffant plant. Upstream Area merupakan fasilitas penerimaan gas dari offshore. Ada slug catcher, condensate separator, gas compressors, dan control room. Upstream Area boleh dibilang agak mandiri. Ia memiliki system utilitas sendiri, flare sendiri, jika dibandingkan dengan train yang diinstall kemudian yang menjadikan satu system utilitas dan flare untuk service beberapa train. Tidak aneh karena upstream area ada lebih dahulu jauh sebelum train LNG dibangun. Untuk keluar/masuk plant, pekerja harus men-tap proximity card di entrance gate yang dijaga security. Sebelum masuk, Security juga akan mengecek apakah kita punya H2S/BA certificate.

Hari ini aku juga ngecek status RP yang ternyata belum ada schedule untuk fingerprinting. Dibilangnya minggu depan. First thing in the Sunday morning, I must call them.

Siang-siang, aku discuss dengan Tawfeed mengenai rencana merevisi dan membuat prosedur risk assessment. Sebenarnya sudah ada cuman kita melihat lagi overlapping antar prosedur, keberlakuan risk matrix, dan penyederhanaan prosedur tanpa mengurangi isinya.

Hari ke-21: 16 Dec 08 – Developee

Aku discuss banyak dengan Hasan mengenai development program untuk developee. Developee adalah fresh graduate Qatari yang dihire dengan maksud menjadi penerima transfer teknologi dan knowledge dari para expat. Surprisingly, developee di sectionku ditaruh di bawahku. Artinya ia report ke aku dan aku mesti oversee dan make sure program developmentnya berjalan. Pada banyak kasus menurut Hasan, Qatari yang masuk less motivated jadi mempersulit section head untuk mengaccelerate developement program. BTW, Hasan adalah Qatari juga. Nah, developee di sectionku ini lulusan Ohio State University. Orangnya outgoing, Bahasa Inggris-nya bagus. Yang jadi tantangan adalah background pendidikan. Developee di LP berasal dari teknik industry. Mungkin agak sulit, tapi kita berdua yakin bisa. Development program untuk developee ini akan jadi salah satu objectiveku di tahun 2009. Kita discuss mengenai training yang diperlukan, hands-on job, dan rencana mengirimkan dia ke master of safety engineering di Univeristy of Sheffield, UK (sama seperti yang dulu dialami Hasan).

Hari ini aku juga kasih input mengenai crisis management drill yang aku ikuti 4 Dec dulu ke Samir – Emergency Coordinator. Yang aku kasih ke dia, areas of  strength, low hanging fruit dan improvement opportunities.

Di kantin ketemu orang Indo: Mas Edy Suhendra, dari scheduling LNG. Duduk satu meja, lumayanlah ngobrol banyak hal yang bantu sebagai orang yang baru. Dapet email dari Mas Taufiq, diajakin ke Zikreet hari Jumat, plus malemnya nonton light show dan fireworks.

Advertisements