Second Month Lookback

Dua bulan sudah aku berada di Qatar. Berbeda dengan bulan pertama yang penuh dengan perjuangan batin mengatasi perasaan, bulan kedua penuh dengan perjuangan mengatasi prosedur di Qatar untuk sekedar menyelesaikan target.

Dari kilas balik satu bulan pertama, target bulan kedua dan progressnya sebagai berikut:

· Mengikuti  driving school, test dan mendapatkan SIM

          Selesai. Driving school tanggal 15 Jan dan 21-27 Januari. Police test 29 Jan dan SIM didapat 1 Februari.

· Mendapatkan Residence Permit

          Selesai. Residence Permit diterima tanggal 8 Januari.

· Menyelesaikan Family Visa dan reservasi tiket mobilisasi

          Selesai. Family Visa diterima tanggal 18 Januari. Tiket ke Balikpapan dan balik ke Doha sudah dibooking dan issued. Pake Etihad dan Garuda.

· Mendapatkan permanent ID pass (RLIC dan Qatargas) setelah dapat RP

          In progress. Sudah apply dari tanggal 11 Jan 2009. Katanya ada mesin yang rusak di RLIC.

· Mendapatkan konfirmasi permanent accommodation

          Hmmm. Inilah yang dinamakan perjuangan. Email dari 28 Dec dan diupdate setiap 3-7 hari, baru dapat email balesan sebulan kemudian itupun cuma nanyain staff number, ditelpon gak pernah ada. Didatengin pas gak ada. Bos dan big bosku sudah meeting sama HR tapi katanya semua yang ngantor di Ras Laffan will eventually be relocated to Al Khor. Dan unit baru di Al Khor baru selesai end of first quarter (kalau tepat waktu). So, mungkin masih di temporary accommodation. Tapi aku akan minta apartment 2-bedroom untuk sementara.

· Menjual rumah dan mobil di Balikpapan

          In progress. Mobil rencana seminggu sebelum berangkat dijualnya. Rumah sedang dalam proses negosiasi. Mudah-mudahan diberi kemudahan.

· Mendaftar ke sekolah (setelah konfirmasi akomodasi)

          Sudah daftar ke Al Khor International School – British Stream. Nanti kalo anak-anak sudah datang di Qatar aku diminta untuk hubungi Admin untuk arrange assessment/interview.

· Membuat rencana tahunan 2009 untuk section dan development program untuk Developee di bawahku

          No progress. Team meeting ditunda-tunda terus.

· Menyelesaikan semua mandatory training

          Ikut training First Aid, Fire Fighting, Permit to Work, Authorized Gas Tester, dan Hazardous Material. Dari 16 mandatory training, tinggal 3 yang belum: Incident Injury Free, 3 February, Incident Reporting, 9 Feb, Defensive Driving, 11 Feb.

 

Selain target di atas ada beberapa highlights dari bulan kedua:

          Ikut Risk Assessment Laffan Refinery tank farm (jadi scriber)

          Facilitate Risk Assessment Laffan Refinery SIMOPS (Simultaneous Operations)

          Acara tahun baruan di Al Wadi bareng orang-orang Indo.

          Menyelesaikan risk assessment procedure comparison

          Menyelesaikan review terhadap SHE Case Requirements dan Laffan Refinery Risk Review

          Nonton Qatar Open Semifinal: Federer, Murray, Roddick

          Ikut Palestinian Fund Drive yang di-organize sama Permiqa

          Sudah ngajuin Car Loan. Sudah di-approve tapi uang belum masuk. Rencana beli Mitsubishi Outlander, 3.0 Full Options. Kalo gak keburu diambil orang.

          Ikut RCA (root cause analysis) main chamber failure.

          Kontak Crown Relocation Balikpapan buat arrangement shipping (air forwarding)

          Kontak Bank CIMB Niaga Balikpapan buat pelunasan dipercepat mobil dan rumah.

          Ketemu Isham (temen di Unocal/Chevron Balikpapan), kontak Muhammad Arifin (TK 94 ITB, temen satu kos di Bandung)

          Makan asoy masakan Padang di rumah Edwin di 7Pearl.

          Naik bus rute baru: 20 dan 102

          Beli GPS Garmin Nuvi 710

 

Target bulan ketiga

          Facilitate Risk Assessment Loading GTL Diesel in Low wind Condition

          Update risk assessment manual framing document

          Menyelesaikan sisa mandatory training

          Mendapatkan konfirmasi permanent accommodation

          Menjemput keluarga

          Men-shipping barang-barang

          Menjual rumah dan mobil di Balikpapan

          Melunasi semua tanggungan pinjaman di Bank Niaga

          Menutup kartu kredit Amex, membuka internet banking Mandiri dan BCA

Advertisements

Mendapatkan “Kaki” – Cerita Driving Test

“Full left…go…go…go…” Perintah dari seorang pegawai Karwa (yang menemani police) membuyarkan konsentrasiku melakukan pocket parking. Apa? Keluar? Padahal kan belum selesai? Apa aku nabrak tiang dan gagal? Oh my goodness. Tapi akhirnya aku turuti juga perintahnya. Segera ku parkir mobil di ujung jajaran cone, ambil berkas dan segera bergegas menemui Petugas Karwa dan Police.

“Am I failed?” tanyaku pada mereka dengan mimik tidak percaya. “No, no…you are a good driver, you pass!” “Where are you from Filipino, Indonesia?” “I am from Indonesia” “Siapa namamu?” dia membalas. “Ismi, Wahyu”. “Shukran”, kataku setelah menerima berkas yang sudah ditandatangani Police. Bukti bahwa lulus pocket parking test.

Ritual police test dimulai dengan meng-arrange transportation dari temporary accommodation ke Karwa. Bukan apa-apa, testnya dimulai jam 5 pagi. Sementara, taxi resmi belum tentu ada, dan minta tolong teman tentu saja tidak mengenakkan buat dia. Untunglah ada QPT-nya Aa Yana (telp: 5037847). Pas hari terakhir kursus, aku sudah order untuk minta dijemput. Jam 4 udah bangun, mandi, pake baju formal lengan panjang. Jam 4.17 telpon Aa Yana mastiin apa dia sudah berangkat. Meski agak terlambat sekitar 7 menit, QPT akhirnya dapat membawaku tepat sampai jam 5 di Karwa.

Pagi itu agak dingin banget, kabut menyelimuti halaman parkir, dan uap air keluar dari hembusan mulut. Begitu nyampe aku ambil berkas di Karwa Police Traffic Division, persis di sebelah Karwa Training Office. Aku lihat ada sekitar 40-50 orang yang ikut test hari ini. Selesai holat subuh di musholla Karwa, aku menunggu di dekat office tersebut.

Jam 5.40, petugas Karwa meminta semuanya berbaris satu lajur di depan office. Aku dapat urutan 4 dari belakang. Untungnya Traffic Sign test berlangsung cepat. Tidak sampai 15 menit semua peserta sudah menyelesaikan testnya. Di luar bayanganku, aku cuman ditanyai dua sign: No Entry for All Vehicles dan Intersection. Tidak ditanya arti garis dan marka jalan, meskipun dari peserta sebelumnya aku mendengar mereka ditanyai garis dan marka jalan.

Selesai sign test peserta diminta ke tempat pocket parking. Jalan kaki sendiri. Di situ sudah ada 2 mobil standby di dekat area pocket. Jam 6.10 peserta diminta berbaris satu lajur, lagi-lagi dapat urutan 5 dari belakang. Satu persatu petugas dan Police memanggil peserta. Banyak yang gagal di sini, mungkin antara 10-15 peserta. Kebanyakan gagal karena menabrak tiang di kiri depan, mati mesin, dan menabrak tiang belakang. Ada juga yang saking paniknya, sampai ngidupin wiper dan lupa ganti gigi maju sehingga menerabas tiang-tiang di belakang. Tapi ada juga, peserta yang terlihat menyenggol tiang belakang, tapi karena pas polisinya tidak melihat, dia masih lulus. Beruntunglah dia. Di tengah-tengah test datang lagi dua mobil sehingga test berjalan agak cepat.

Pocket Parking Test - Karwa
Pocket Parking Test - Karwa

Giliranku, Alhamdulillah berjalan lancar. Meskipun mobil sempet diparkir paralel agak jauh dari cones aku bisa memasukkan dengan benar dan cepat. Mungkin petugas melihat lancarnya aku memasukkan mobil ke dalam pocket sehingga belum sempat posisi sempurna di dalam kotak (masih full left mundur), petugas sudah menyuruh keluar.

Dalam kabut aku menunggu......
Dalam kabut aku menunggu......

Setelah semuanya selesai, jam 6.40 peserta diminta baris dalam dua barisan. Ternyata pesertanya bertambah lagi karena tambahan dari mereka yang gagal di road test hari-hari sebelumnya. Bersama 11 orang lainnya aku dibawa masuk ke minibus dan menuju ke Karwa. “No body goes outside ha…wait for my instraksiong…kata Filipino driver. Menunggu yang menjemukan karena aku terjebak selama 45 menit dalam bus ini.

Jam 7.35 minibus bergerak di belakang mobil yang dipakai road test. Di dalam road test sendiri ada dua orang dan satu police. Setelah kira-kira 4-5 orang, aku dapat giliran. Pas aku duduk di bangku belakang, peserta di depanku – yang kemudian ternyata gagal – terlihat agak grogi. Mau masuk jalan dari posisi parkir, mesin mobil menderung-derung, sampai beberapa kali. Aku gak tahu apa dia gak lepas kopling waktu injak gas, atau giginya belum masuk. Demikian juga pas masuk roundabout belok kanan ke highway, mobilnya agak direm mendadak. Dia juga agak kurang pede mau ambil masuk, sampai polisinya agak marah suruh cepat-cepat masuk. Gak lama dia disuruh parkir, lagi-lagi karena grogi atau kurang pengalaman, pindah giginya menyentak dan remnya mendadak. You can’t teach experience. Giliranku sekarang.

Aji-aji sapaan bahasa Arab aku keluarkan begitu masuk mobil. Atur posisi tempat duduk, pasang seat belt, atur mirror samping dan belakang, baru mulai menjalankan kendaraan. Step-step matikan lampu hazard, masukkan gigi, dan lepas rem tangan aku jalankan dengan baik. Termasuk kasih sein kiri dan shoulder check waktu memasuki jalan.

Baru jalan beberapa puluh meter, dan masuk gigi tiga, Polisi sudah menyuruh belok kiri ke priority road. Aku lihat mirror, kasih sein kiri, turunkan gigi ke 2, jalan pelan sambil cek lalu lintas kanan kiri, aku masuk ke priority road, then polisi nyuruh parking. Aku liat mirror belakang, kasih sein kanan, masuk bahu jalan, jarak kira-kira 3 meter, aku pelan-pelan mengerem sampai mobil berhenti. Pasang rem tangan, netralkan gigi, pasang lampu hazard. “Shukran” kataku, lagi-lagi pendekatan budaya.

Khalas. Itu semua rangkaian test. Tinggal sekarang worrynya. Kami ditransfer ke bus besar, dan menunggu sekitar 40 menitan di sana. Membuat worrying semakin besar. Jam 9 pas kami sampai Karwa. Tidak terlalu lama, keluar Polisi tua dan petugas Karwa. Kemudian dia memanggili satu persatu nama pada berkas di tangannya. Mereka bilang, yang ada di depan ini, orang-orang yang failed. Yang tidak disebut namanya, bisa pulang dan kembali hari Minggu untuk ambil SIMnya. Yang lulus segera bersalaman, meski tak lama kemudian kami nyadar kalau pengumuman itu hanya buat mereka yang road testnya ama Bapak Polisi Tua. Sementara kebanyakan kami road test dengan Bapak Polisi Muda. Berarti kami masih harus menunggu. Menyebalkan.

Dan memang menyebalkan karena ada mungkin 20 menitan kami harus menunggu pengumuman dari Bapak Polisi Muda. Sama seperti petugas sebelumnya, petugas Karwa bilang yang dipanggil adalah mereka yang gagal. Yang gagal disuruh hubungi petugas registrasi untuk penjadualan kembali testnya. Namun berbeda dengan Bapak Polisi Tua, kali ini berkas di tangan polisi sangat banyak. Hmmm….makin bikin deg-degan. Bapak Polisi Muda memang dikenal sangat strict dengan road test. Lalu satu persatu nama-nama dipanggil, nama Filipino, Indian, Nepal, Srilanka…dst…..sampai berkas terakhir dibaca…tidak ada nama pasaran Indonesia ini…Wahyu Hidayat. Aku lulus?

Alhamdulillah.

Kabar gembira harus diberitakan. Maka setelah tahu aku lulus, aku calling isteriku, juga aku calling Mujeeb driving instructor dan bertemu dengannya untuk memberi sekedar tips. Setelah itu ada banyak sms menanyakan aku lulus tidaknya. Terimakasih, terima kasih.

Kini aku mendapatkan “kaki” untuk bergerak di Qatar.

Practice Class of Driving Course – Part 2

Hari Ketiga

 Hari ketiga, Mujeeb mengajari cara pocket parking (untuk keperluan test, karena in real world sedikit kemungkinan ini bisa digunakan). Teorinya sebenarnya simple: full right dan full left. Maksudnya?

 Terlebih dulu, lewati area pocket parking. Posisikan mobil sejajar dengan jarak kira kira satu kaki. Kemudian mundur perlahan-lahan dengan menjaga steer tetap lurus, lihat melalui bahu kanan, arahkan pandangan ke pintu kanan belakang di bagian paling luar dari kaca bawah. Terus mundur sampai tabung di sudut luar box parking terlihat sedikit menonjol dari karet pembatas paling belakang dari kaca pintu kanan belakang. Stop. Putar full right steer – sampai mentok. Mundur perlahan, arahkan pandangan ke mirror kiri (kalau bisa disetel agak ke bawah sehingga bisa lihat roda kiri belakang). Mundur sampai roda tepat mau melintasi garis kuning box parking. Berhenti. Putar full left – sampai mentok. Sekarang pejamkan mata kiri. Sandarkan kepala pada head rest pas di tengah. Arahkan mata pada penyemprot air wiper di atas kap yang sebelah kiri Anda. Mundur perlahan-lahan sampai Anda melihat penyemprot ini berada di tengah-tengah tabung yang ada di sudut luar box parking. Stop. NETRALKAN GIGI. Putar full right. Pindahkan ke gigi 1, maju pelan-pelan secukupnya. Luruskan setir. NETRALKAN GIGI. SELESAI.

Area Training Pocket Parking - Karwa
Area Training Pocket Parking - Karwa

Sekarang keluar. Putar full right. Ganti gigi mundur. Pejam mata kiri, kepala di tengah head rest, pandangan ke penyemprot. Mundur sampai Anda melihat penyemprot berada di tengah tabung. Stop. Netralkan gigi. Putar full left. Maju seperlunya. (PADA KONDISI INI SEBENARNYA ANDA BISA LANGSUNG KELUAR IN ONE ATTEMPT, KALAU YAKIN). Netralkan gigi. Putar full right. Mundur secukupnya. Putar full left. Maju sampai tabung berada di tengah-tengah pintu depan, baru putar steer ke kanan. SELESAI.

Kesalahan yang sering terjadi:

·         Terlalu dekat dari garis sehingga mobil masuk terlalu dalam. Susah keluarnya.

·         Terlalu jauh dari garis sehingga mobil tidak sampai masuk kotak.

·         Mobil tidak benar-benar sejajar sehingga mobil tidak sampai masuk kotak.

·         Roda kiri belakang melampaui garis sehingga nanti ada kemungkinan mobil menabrak tabung di belakang mobil

·         Lupa mengganti gigi sehingga berlawanan arah dengan yang diinginkan. Kemungkinan menabrak tabung.

·         Tidak full dalam memutar steer sehingga tidak mendapatkan posisi yang diinginkan.

·         Mati mesin

Hari Keempat

Mujeeb mengajak latihan pocket parking 4 kali di box parking yang nantinya dipakai test. Setelah itu setengah jam berikutnya Mujeeb mengajak road practice seperti hari kedua.

Hari Kelima dan Keenam

Isinya me-masterkan pocket parking dan road practice. Seperti biasa, Mujeeb menyuruh 3-4 kali pocket parking, baru ke jalan raya untuk road practice.

Aku juga dah dapat info dari registration kalau Police Testnya hari Kamis, 29 January 2009 jam 5.00 AM. Wish me luck ya…

Practice Class of Driving Course

Mulai 21 January selama 6 hari aku menjalani kelas praktek driving course. Kelasnya sendiri dimulai jam 7.40 tapi aku sudah datang dari jam 5.30 mengingat aku menggunakan bus karyawan Qatargas dari Ras Laffan dengan tujuan Les Roses dan Beverly Hills Garden 6, dan tujuan akhir Karwa tentunya. Jadi sekali jalan gak perlu ke rumah lagi. Hemat waktu dan ongkos.  Selama dua jam menunggu, biasanya aku habiskan dengan sholat maghrib dan isya, makan malam di kantin Karwa, dan menunggu di ruang tunggu lantai 2 Karwa training and development division.

Aku mendapatkan Driving Instructor orang India bernama Mujeeb. Mujeeb orang yang sabar, tidak pernah marah, ngasih tahu tips untuk driving test, dan selalu bilang selalu ada alasan di balik tindakan yang kita lakukan selama mengemudi. Kita juga di-encourage untuk bertanya. Beruntunglah aku mendapatkan dia, mengingat aku dengar dari rekan-rekan ada yang mendapatkan instruktur yang sering marah-marah dan tidak sabaran.

Hari Pertama

Hari pertama, Mujeeb mengajakku ke industrial area melewati highway dan akhirnya masuk ke minor road. Hari ini dia mengajarkan tata cara memulai driving, cara masuk jalan dari posisi parkir di pinggir jalan, cara parking, cara berbelok di junction, pindah gigi, cara berbelok di roundabout, dan cara overtaking.

Berikut teknik yang diajarkan Mujeeb kepadaku (Rekan-rekan yang lain apakah sama?)

Cara memulai driving:

          Atur posisi tempat duduk

          Pasang seat belt

          Atur mirror kanan dan kiri

          Atur mirror belakang

          Matikan lampu hazard

          Masukkan ke gigi 1

          Lepaskan rem tangan (tanpa bersuara)

 

Pindah Gigi

o   Gigi 2 setelah mencapai 20km/jam

o   Gigi 3 setelah mencapai 40km/jam

o   Gigi 4 setelah mencapai 50km/jam

Cara masuk jalan dari posisi parkir di pinggir jalan:

          Selesaikan tahapan cara memulai driving di atas

          Lihat mirror kiri

          (Kalau aman) Pasang sein kiri

          Masuk jalan

          Setelah bergerak sedikit, lakukan shoulder check (tengokkan kepala ke kiri belakang)

          Setelah masuk lajur 1, matikan sein

Cara Parking di tepi jalan dari posisi berjalan

          Lihat mirror belakang

          Pasang sein kanan

          Belokkan kea rah bahu jalan

          Perlambat laju kendaraan

          Arahkan sehingga roda kanan berada tepat di tepi aspal, atau jika tidak ada, kira-kira tiga meter. Alasannya kata Mujeeb agar ketika pintu dibuka kita masih berada di luar jalan dan tidak melanggar garis no parking (continuous line)

          Rem dengan halus sampai berhenti lalu lakukan langkah2 kebalikan dari moving. Pasang rem tangan, netralkan gigi, pasang lampu hazard.

Cara berbelok di junction

          Lihat mirror

          Kasih sein kiri kira-kira seratus meter dari belokan

          Arahkan kendaraan sehingga mepet ke garis tengah tapi tidak melanggarnya

          Kurangi kecepatan, bawa ke gigi 2

          Jika Anda berada di priority road, Anda bisa langsung belok kiri setelah memastikan lalu lintas aman terutama dari arah berlawanan ada kendaraan yang lurus (dia lebih prioritas). Semua kendaraan dari non-priority road akan berhenti. Jika Anda berada di non-priority road (ditandai dengan tanda Give Way), anda harus memberi prioritas ke pada priority road.

          Jalan ke tengah lalu putar setir agak penuh sehingga kendaraan terbawa ke tengah-tengah lajur

 

Cara bernavigasi di roundabout

          Belok kanan (Exit 1)

o   Seratus meter (lihat marker), kasih sein kanan

o   Arahkan ke lajur kanan (lajur 1)

o   Turunkan kendaraan bertahap ke gigi 2 (gigi 1 hanya digunakan ketika berhenti menunggu kendaraan di roundabout)

o   Jika sudah memungkinkan, belok kanan

o   Matikan sein

          Lurus (Exit 2)

o   Arahkan kendaraan ke lajur kanan (lajur 1)

o   Turunkan kendaraan bertahap ke gigi 2 (gigi 1 hanya digunakan ketika berhenti menunggu kendaraan di roundabout)

o   Jika sudah memungkinkan, jalankan mobil tetap di lajur kanan

o   Setelah berada di seperempat roundabout atau mendekati island lalu lintas dari kanan, pasang sein kanan

o   Lihat mirror kanan

o   Masuk ke lajur kanan

o   Matikan sein

          Belok Kiri (Exit 3)

o   Arahkan kendaraan ke lajur kiri (lihat cara berganti lajur)

o   Seratus meter, pasang sein kiri

o   Turunkan kendaraan bertahap ke gigi 2 (gigi 1 hanya digunakan ketika berhenti menunggu kendaraan di roundabout)

o   Jika sudah memungkinkan, masuk ke roundabout, tetapi di lajur kiri

o   Setelah berada di setengah roundabout atau mendekati island lalu lintas dari seberang kita masuk, pasang sein kanan

o   Lihat mirror kanan

o   Masuk ke lajur kanan

o   Matikan sein

          U-Turn/Putar Balik (Exit 4)

o   Arahkan kendaraan ke lajur kiri (lihat cara berganti lajur)

o   Seratus meter, pasang sein kiri

o   Turunkan kendaraan bertahap ke gigi 2 (gigi 1 hanya digunakan ketika berhenti menunggu kendaraan di roundabout)

o   Jika sudah memungkinkan, masuk ke roundabout, tetapi di lajur kiri

o   Setelah berada di tiga perempat roundabout atau mendekati island lalu lintas dari seberang kita masuk, pasang sein kanan

o   Lihat mirror kanan (dengan kepala menengok, jangan mata doang)

o   Masuk ke lajur kanan

o   Matikan sein

Cara berganti lajur

          Lihat mirror belakang

          Kalau aman, pasang sein

          Cukup 2-4 flashes, segera ganti lajur

          Matikan sein

 

Cara Overtaking

          Lihat mirror belakang

          Kalau aman, pasang sein kiri

          Cukup 2-4 flashes, segera ganti lajur

          Matikan sein

          Lihat mirror belakang

          Kalau aman (jarak cukup, pasang sein kanan)

          Cukup 2-4 flashes, segera ganti lajur

          Matikan sein

 

Hari Kedua

 

Mujeeb masih memintaku untuk mempraktikkan yang sudah diajarkan di hari pertama. Atas permintaanku, aku mengulangi lagi teknik yang aku rasa masih kurang dan untungnya Mujeeb setuju. Aku agak gagap di junction. Bukan apa-apa, selain jalan yang mbulet, jalannya juga gelap jadi agak kurang ngeh/disorientasi apa ini minor atau priority road, dan mana batas jalannya.

 

Aku sempet nanya ke Mujeeb mengenai aturan pindah gigi. Dengan memakai gigi 4 di speed 50 ada kemungkinan kita speeding (speed limit Industrial Area: 50km/jam). Menurut dia jangan kuatir, karena testnya kamu tidak akan drive lebih dari 200m, karena udah keburu disuruh belok, masuk roundabout, atau parkir. Tapi tetap harus sering lihat speedometer. Menurut dia lagi, polisi yang ngetest ada dua, yang tua gemuk concern dengan speed limit sementara yang kurus tidak. Kalo buat aku sih kok lebih aman jalan di sekitaran 40-45 di gigi tiga ya….

 

Hari ketiga akan dilakukan hari Sabtu karena hari Jumat libur, dan pure untuk pocket parking. Hari selanjutnya, setengah-setengah untuk pocket parking dan road practice.

 

(bersambung)

QPT

Ada yang tahu artinya apa?

Singkatan ini aku dapat dari seorang Indonesia yang bekerja di Karwa ketika bertemu dengannya di musholla Karwa.

“Saya bekerja di dua perusahaan Mas. Siang hari di Karwa kalau malam di QPT”, ujarnya.

“QPT?”, tanyaku heran karena belum pernah dengar singkatan ini dan karena dia bisa kerja di dua perusahaan.

“Qatar Private Taxi”…gubrakkk…..dan tawa kami meledak pelan.

Maksudnya adalah dia bisa mengantarkan kita ke mana aja di Doha menggunakan kendaraan pribadinya selayaknya Taxi Karwa. Lumayan untuk menambah penghasilan. Maka, meluncurlah kami malam itu ke Tatweer Complex menggunakan QPT-nya (sebuah Suzuki Alto yang dia beli lebih dari setahun lalu dengan 15,000QR). Cukup 30QR untuk jarak sejauh Karwa – Tatweer Complex di dekat TV roundabout.

QPT adalah fenomena menarik di Qatar. Fenomena ini muncul akibat terbatasnya angkutan umum dan susahnya mendapatkan taxi. Di manapun Anda menunggu taxi dipastikan QPT akan mendatangi Anda, tidak di taxi stand di mal-mal, di pinggir jalan, atau di lain tempat, menawarkan jasa taxinya.

QPT menawarkan solusi cepat di tengah lamanya waktu tunggu taxi resmi. Dalam catatanku aku pernah menggunakan QPT dari City Center, Villagio, Karwa, Al Sadd Street, Al Corniche. Semuanya berlangsung aman dengan tarif yang wajar. Jika Anda tergesa-gesa, mereka patut dipertimbangkan. Hanya saja pastikan Anda tidak di-rip-off (biarpun sangat  jarang terjadi). Lebih baik kalo Anda pernah mencoba  taxi resmi sehingga tahu tarif kira-kiranya. Cobalah menawar dengan sopan. No harm. Sebutkan angka dari taxi resmi. Mereka biasanya akan mengurangi angka tawarannya. Kalopun mereka tidak mau turun, angkanya sekitar 5 riyal lebih tinggi dari taxi resmi.

Banyak rekan-rekan yang pada akhirnya berlangganan QPT ini untuk pergerakannya selama belum memiliki mobil. Cepatnya pelayanan, keamanan, dan tarif yang wajar menjadi  alasannya. Oh ya satu lagi, QPT ini tidak mengenal nationality, orang Indonesia, India, bahkan Qatari mendayagunakan mobilnya untuk QPT. Selama sistem transportasi massal belum berjalan baik di Qatar aku yakin ini masih akan berlangsung terus. Demand supply law…