Qatar Museum of Islamic Art

 “1400 Years 3 Continents 1 Legacy” Demikian tag line dari Qatar Museum of Islamic Arts yang sering saya lihat dari billboard di banyak intersection dan roundabout di Doha menjelang pembukaan resmi tanggal 1 December 2008. Qatar Museum of Islamic Arts (untuk selanjutnya disingkat QMIA) adalah rumah bagi sekitar 800 koleksi tak ternilai artefak-artefak yang dikumpulkan dari tiga benua – mulai dari Timur Tengah sampai ke India dan Spanyol.

Ada dua hal yang mengagumkan bagi saya ketika mengunjungi QMIA, suatu siang di 27 December 2008 lalu: satu adalah arsitektur bangunan dan lingkungan sekelilingnya, dan kedua, koleksi artefaknya.

Museum of Islamic Art - as seen from Al Corniche
Museum of Islamic Art - as seen from Al Corniche

Gedung baru yang mengagumkan ini, berdiri di atas pulau buatan persis di lepas pantai Corniche, dirancang oleh arsitek kenamaan Ioeh Ming Pei, atau lebih dikenal sebagai I.M. Pei.  Beliau sekarang berusia 91 tahun. Mungkin ini karya terakhirnya dari rentang waktu 70 tahun karir sebagai arsitek bagi banyak bangunan landmark di seluruh dunia. Salah satu karyanya adalah The East Building of the National gallery of Modern Art di Washington dan piramida gelas yang ditambahkan ke Louvre Gallery di Paris. Saat diminta untuk merancang QMIA, Pei meminta – dan akhirnya dikabulkan – sebuah pulau buatan sehingga bangunannya bisa berdiri sendiri tanpa risiko gedung pencakar langit yang mencrang di sekelilingnya ‘menindasnya’ dan menodai pandangan ke bangunan.

I.M. Pei - Arsitek QMIA
I.M. Pei - Arsitek QMIA

Gaya khas Pei adalah tatanan bentuk-bentuk geometris yang berani dan berketrampilan tinggi, sama persis seperti yang dia buat di QMIA. Kubus batu kapur besar bertumpuk satu sama lain, dengan setiap kubus agak diputar sedikit. Hasilnya adalah bangunan yang simple dan plain di mana bayangan dan bidang datar dramatik terlihat di tengah cahaya matahari Doha yang mengagumkan.

Museum of Islamic Art
Museum of Islamic Art

Menurut Pei, karyanya ini adalah pekerjaan paling sulit yang pernah ia ambil. “….seolah saya harus memeras intisari arsitektur Islam”, tambahnya. Pei bepergian selama 6 bulan ke banyak tempat untuk meneliti proyeknya dan mempelajari masjid-masjid dan bangunan-bangunan dari Spanyol sampai Siriah. Di Kairo ia menemukan inspirasi pada masjid Ahmad Ibn Tulun dengan dinding berundak yang plain, dan kubah besarnya.

Masjid Ahmad Ibn Tulun Cairo - Inspirasi I.M.Pei buat QMIA
Masjid Ahmad Ibn Tulun Cairo - Inspirasi I.M.Pei buat QMIA

Galeri museum berada dalam bangunan utama lima lantai setinggi 63 meter ini, tetapi di sebelahnya – menyeberangi halaman dan kolam air tidak kalah impresifnya adalah Education Wing yang ditujukan sebagai pusat pembelajaran untuk umum, mahasiswa asing atau bagi tim museum itu sendiri. Ketika Anda masuk dari Al Corniche Road, Anda akan disambut selasar berundak dengan pepohonan kurma di kanan dan kiri yang mengapit kolam parit berundak dan jalan bagi pejalan kaki ke bangunan utama. Menjelang pintu masuk, terdapat sebuah kolam air mancur besar . Dua buah lift di kanan dan kiri bangunan tersedia untuk akses ke bawah, ke aras tempat parkir. Tempat parkir cukup luas untuk ratusan mobil; tersedia mobil pengantar serupa mobil golf dari dan ke tempat parkir. Sebelum masuk ke gedung, ambil waktu sejenak untuk melihat peneduh logam di atas jalur masuk dan lihat bagaimana peneduh ini menimbulkan bayangan yang mengesankan ke atas lantai,  yang berubah dengan bergeraknya matahari.

Museum of Islamic Art - palm-tree-lined entrance way
Museum of Islamic Art - palm-tree-lined entrance way

Kemudian, siapkan diri Anda untuk terpana  oleh atrium sentral  5-lantai setinggi 50 meter . Pada ujung atrium temukan jendela kaca lantai-ke-atap setinggi 45 meter, yang memberi pengunjung pemandangan yang indah ke arah teluk dan deretan pencakar langit di City Center dan West Bay. Dua tangga melingkar kembar meliuk ke atas; pada bagian paling atas adalah kubah-logam-banyak-sisi  yang memantulkan cahaya dari jendela bundar – dikenal sebagai oculus – pada pusatnya. Di bawahnya tergantung lampu circular dengan motif Timur Tengah berdiameter 12 meter memendarkan warna orange yang kontras dengan warna dinding museum. Pada lantai yang sama ini Anda akan menemukan  Multimedia Guide Hire, Information Desk, Prayer Hall, dan Gift/Cofee Shop.

A 22m Circular Light at the museum atrium
A 22m Circular Light at the museum atrium

 

Multifaceted metal dome with oculus
Multifaceted metal dome with oculus

 

A 45m tall glass window giving stunning view to the bay and skyline
A 45m tall glass window giving stunning view to the bay and skyline

 

Rest Area near glass window as seen from level 4
Rest Area near glass window as seen from level 4
Curved twin staircase welcomes you at the atrium
Curved twin staircase welcomes you at the atrium

 

Lantai 2 dan 3 adalah galeri utama museum dengan lantai 2 menjadi tempat bagi Introduction Gallery, Calligraphy, The Figure in Art, Pattern, dan Science in Art; sementara lantai 3 menjadi tempat bagi galeri Early Islamic Art, Iran and Central Asia, Egypt and Syria, dan India and Turkey. Lantai 4 memiliki Mini Auditorium (kapasitas 197 orang), Study Gallery dan Temporary Exhibition Gallery.

Menelusuri galeri ke galeri saya tidak henti-hentinya mengagumi desain interiornya; paduan kayu, batu dan besi menampilkan kesan mewah yang sederhana; benang merah arsitektur yang plain dan simple masih berebut meminta perhatian; dan dengan tata lampu yang tepat, artefak-artefak seolah menarik kita ke masa lampau. Saya menghela nafas, menggelengkan kepala dan berdecak kagum, membayangkan betapa waktu itu seni Islam sudah sedemikian kompleks, bagus, berkelas dan memanfaatkan material yang tak mudah lekang.

Obyek koleksi QMIA meliputi keramik, manuskrip, instrumen saintifik, perhiasan, karpet, dan kain border yang beberapa berasal dari abad ke-7 setua agama Islam itu sendiri. “Koleksi ini pentingnya luar biasa – obyek menakjubkan, yang memiliki nilai sejarah dan seni yang tak ternilai, banyak di antaranya tidak diketahui dan dipajang sebelumnya, yang secara bersama-sama memberikan tampilan paling meyakinkan mengenai keberadaan peradaban Islam di ranah budaya dan intelektual”, kata Dr. Watson, Direktur QMIA.

Al Quran page from 7th early - 8th century (Arab Peninsula/Near East)
Al Quran page from 7th early - 8th century (Arab Peninsula/Near East)

 

Horse and rider protector
Horse and rider protector

Dan saya harus mengamini pernyataannya bahwa banyak obyek-obyek yang indah dari aslinya. Ada vas bunga dari Mesir yang tetap cemerlang warnanya meski berusia lebih dari 800 tahun. Ada baju sutra berusia ratusan tahun yang masih terjaga tenunannya, dan ada halaman Al Quran dari abad ke-9 yang masih memperlihatkan tulisan dan warna yang jelas.

Sungguh beruntung orang yang menjalankan tugas sebagai kurator untuk membangun galeri-galeri itu. Dan sungguh tidak bisa dibayangkan kerja keras mereka untuk mendapatkan benda-benda yang masih terjaga keindahannya meski berumur ratusan tahun ini. Benda keseharian yang mudah terlupakan hadir dengan kecantikannya: pengetuk pintu, tempat pulpen, terompet berburu, lampu masjid, kendi air, kepala pancuran, tabung dokumen, vas bunga, dan masih banyak yang lainnya.

Door Knocker - one of the museum collections
Door Knocker - one of the museum collections

QMIA seolah menjadi cornerstone bagi rencana Qatar untuk mentransformasikan dirinya menjadi ibukota global kebudayaan, dengan museum utama untuk fotografi dan seni modern juga perpustakaan nasional yang kini sedang dibangun. QMIA juga mewujudkan visi Emir untuk menunjukkan kepada dunia tentang vitalitas, kompleksitas dan keberagaman dunia Islam.

 Visitor Information:

QMIA dapat dikunjungi dari hari Sabtu sampai Senin dan Rabu sampai Kamis dari jam 10.30 am sampai 5.30 pm dan hari Jumat jam 2 sampai 8 pm. Museum tutup pada hari Selasa. Tersedia Family Tour pada hari Jumat jam 4.30 pm dan Sabtu 3.30 pm serta Adult Tour pada Senin/Rabu jam 3.30 dan Jumat jam 6 pm.

Anda bisa mencapai QMIA dengan sangat mudah. Tinggal cari jalan Al Corniche dan dari jalan ini bahkan dari ujung utara jalan sepanjang 7 km ini bangunan sudah terlihat. QMIA berada pada ujung selatan Al Corniche Road. Berputarlah di roundabout di depan QNB Building. Dari Al Ghanim bus station, QMIA bisa dicapai tidak lebih dari 10 menit dengan bus nomer 76 (arah City Center), atau jalan kaki selama kurang dari 20 menit.

Sampai saat ini tiket masuknya masih gratis, tapi untuk Temporary Exhibition Gallery ada kemungkinan Anda harus membayar, meski cukup murah. Anda dilarang membawa peralatan video (bisa dititipkan di deposit counter setelah security check gate) tapi masih diperbolehkan membawa kamera.

QMIA paling bagus dikunjungi sore hari jam 3-5 ketika cahaya matahari sudah meredup dan lampu-lampu sudah mulai dinyalakan. Keluarlah dari museum menjelang sunset dan nikmati pemandangan indah teluk, gedung pencakar langit, sunset dan bangunan QMIA. Anda pasti tidak akan sadar sudah berapa banyak shutter count Anda bertambah. QMIA terlalu indah untuk tidak diabadikan.

Museum at night
Museum at night

(Sumber: Paling banyak dari New Era magazine, ditambah Internet, brosur QMIA, dan pengamatan pribadi)

(All pictures are personal documentation except I.M Pei and Mosque Ibn Tulun pictures)

 

 

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Qatar Museum of Islamic Art”

  1. Mas Wahyu,

    Website anda menarik sekali tentang perjalanan anda dari Chevron sampai ke Qatar Gas.
    Mungkin mas Wahyu masih ingat sama saya, yang dulu satu pesawat dari Jakarta ke Doha dan sama2 ke Qatar Gas (tapi waktu itu saya masih proses interview dan MCU).
    Saat ini saya masih nunggu proses pembuatan Working Visa, Oh ya kemarin mereka minta juga X Ray report dalam bhs Inggris, dulu mas Wahyu nyiapin juga X Ray report ??
    Untuk dokumen yg diterjemahkan, apakah Kartu Keluarga juga ikut diterjemahkan ??

    1. Yudi, selamat akhirnya bergabung. Insya Allah working visanya cepat saja. Saya kemarin tidak dimintai Xray report tuh. Kartu keluarga juga tidak pernah diminta/diperlukan, tapi kemarin sekalian saya terjemahin.

  2. Dear Mas Wahyu dan Keluarga,

    Perkenalkan nama saya NINDA dari Majalah Tamasya-Jakarta, Indonesia. Kebetulan aku lagi browsing2 tentang museum around the world including in Qatar. Dan kami memang agak kesulitan untuk mendapatkan foto dari museum2 tersebut. Saya mewakili Majalah Tamasya ingin menanyakan, apakah mungkin untuk pihak kami meminjam 2 foto (Museum of Islamic Art – as seen from Al Corniche & Museum at night)Mas Wahyu tersebut?

    Please reply to my email yah mas di trininda.julyani@gmail.com atau redaksitamasya@gmail.com

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.

    Best regards,

    – ninda –

  3. Mbak Ninda, silahkan fotonya dipakai, tentu dengan menyebutkan sumbernya. Saya akan kirim foto high resolutionnya hari Senin, 6 April.

Comments are closed.