Peringatan Buat Bachelor/Single Status

Aku sampai ketawa ngakak membaca berita di koran Qatar Tribune edisi 29 December 2008. Simak judulnya: “Cases of male genital organ fracture rise among expats”. See why I am laughing out loud?

Kasusnya terjadi pada mereka yang terlibat dalam praktik dan postur seksual yang salah sehingga menyebabkan robeknya dan pendarahan organ vital mereka. Pokok permasalahannya ternyata adalah lebih dari dua pertiga populasi ekspatriat di Qatar adalah bachelor yang hidup tanpa pasangan mereka. Naiknya kasus sejalan dengan meningkatnya arus masuk expat tanpa pasangan. Entah untuk sementara atau karena memilih single status karena pilihan. Yang sementara adalah mereka yang pasangan dan keluarganya masih di negara asal sambil menunggu family visa selesai, rumah tersedia atau menunggu selesainya masa sekolah anak atau urusan lain. Sementara yang memilih single status kebanyakan adalah mereka yang penghasilannya tidak mencukupi untuk membawa pasangan dan keluarga, sengaja meninggalkan pasangan/keluarga di negara asal atau yang memang tidak memiliki pasangan.

Tidak ada penjelasan bagaimana praktik dan postur yang salah – yang saya tangkap adalah mereka mungkin menggunakan “alat-alat” atau “gerakan dan posisi” yang tidak semestinya. Saya pikir mereka terlalu “kreatif” dalam memenuhi sendiri kebutuhan paling dasar manusia ini. Pasien yang datang ke rumah sakit, menurut berita, sudah dalam keadaan sakit yang akut. Penanggulangannya adalah dengan  pembedahan dengan jalan menjahit bagian dalam organ vital yang robek.

Dilaporkan terjadi sebanyak 28 kasus pada dua tahun terakhir. 23 kasus terjadi pada ekspat dan sisanya pada orang lokal. Masih menurut berita, kasus paling tinggi terjadi di Tunisia. Karena meningkatnya kasus seperti ini di Qatar, pengobatan dan perawatan baru sedang direncanakan untuk menurunkan jumlah kasus.

Jadi, berhati-hatilah para bachelor dan single status. Cepat bawa isteri dan keluarga, jangan ditunda-tunda; atau kalau memang single status, salurkan energinya ke hal-hal positif yang bisa dilakukan di Qatar. Jangan sampai menjadi korban ke-29 dan seterusnya! Bingung atuh euy reimburse medical expensesnya! Ngomonge yaopo rek?

Advertisements

3 thoughts on “Peringatan Buat Bachelor/Single Status”

  1. mas, makanya keluarga cepetan d bawa.. ntar kelaman malah jadi odol lho.. 🙂

    Oh ya kilas balik 1 bulannya menarik. Yg paling aku salut adalah nego ketika offering dari pos. ‘hanya’ eng trus bisa jd sr. Hmm.. share trick2 nya dong.. sama contoh kerjaan yg dibawa ky apa ya?

    2nd question: pertimbangan apa sih yg plng menarik bagi mereka untuk merekrut kita? (indon-cvx?)–> buat tulisan tntng ini dunk.. so kita (aku) bisa punya wacana buat prepare untuk time line planning 3-5thn kedepan.

    oh ya, masternya besar gak pengaruhnya? (karena UNS nya atau memang masternya?)

    rumah wika pironan? –> subsidi price!!
    albaq

    1. Albaq, thanks komennya. Maunya sih cepat apa daya segalanya berlangsung lambat di sini.

      Nanti aku tulis artikel tersendiri ya mengenai trik/jurus/kiat-kiat.

      Rumah Wika di-offer 498juta tapi bisa turun dengan harga teman….let me know kalo tertarik.

  2. Reimburse nya ngomong sakit apa ya?
    Gk bisa bayangin deh….
    Mo jujur pasti malu ma perusahaan, gak jujur.., sayang juga ntar uang gk balik.
    Quikikikikik :mrgreen:

Comments are closed.