HHHABC

Singkatan apa pula ini? Hari Hari Hampa Aku Berjauhan dari Cintaku (gubrakkk!!! maksa mode on)….

Aku dapet singkatan ini waktu mengikuti First Aid Training, tanggal 12 Januari lalu. HHHABC adalah singkatan dari Hazard, Hello, Help, Airway, Breathing and Circulation dari Cardio-Pulmonary Resuscitation (CPR).

Ketika kita mendapati orang yang perlu mendapatkan CPR, urutan langkah HHHABC itu bisa diikuti:
Hazard – Cek bahaya di sekeliling. Pastikan bahwa Anda, korban dan orang yang membantu berada dalam posisi yang selamat. Masak mau menolong malah ikut jadi korban…
Hello – Cek apakah korban merespon. Guncang bahu korban pelan-pelan dan teriaklah dengan lantang? Hello!!! Are you OK!!, misalnya.
Help – Mintalah bantuan jika korban tidak merespon. Mintalah orang lain mendekat sambil Anda memeriksa jalan nafas dan pernafasan.
Airway – Buka jalan nafas dengan menengadahkan kepala ke belakang dengan memegang dahi dan dagu. Jika kepala atau lehernya terluka, buka jalan nafas dengan membuka rahang dan tidak menggerakkan leher. Jika Anda melihat ada yang menghalangi jalan nafas, ambillah. Lidah umumnya penghalang jalan nafas. Dengan menengadahkan kepala, lidah akan membuka jalan nafas.
Breathing – Cek apakah korban bisa bernafas normal. Lihat pergerakan naik turunnya dada sambil mendengarkan hembusan nafas dari hidung selama 10 detik. Jika korban tidak bernafas dengan normal, mintalah orang menelpon ambulance. Jangan lupa minta orang lain itu menyebutkan Usia, Jenis Kelamin, Lokasi kejadian, dan Kondisi korban.
Circulation – Mulailah melakukan chest compression jika korban tidak bernafas. Dengan berlutut di samping korban, posisikan pangkal telapak tangan kanan dua jari di atas pertemuan rusuk bawah. Telapak tangan kiri berada di atas tangan kanan dan jari-jari mengunci di sela-selanya. Jangan menekan di atas perut atas atau di atas tulang dada. Posisikan Anda di tas dada korban dan dengan lengan yang lurus tekan sedalam kira-kira 2 inchi. Lakukan penekanan dengan rate 100/menit. Setelah 30 kali, tengadahkan kepala dengan mengangkat dagu, dan beri pernafasan buatan (mulut-ke-mulut) sebanyak dua kali (tutup hidung korban). Lihat apakah korban bernafas normal kembali. Jika tidak ulangi lagi sampai 4 set keseluruhan (1 set sama dengan 30 kali kompresi dan 2 kali nafas buatan). Selesai satu siklus, periksa kembali ABC. Prosedur hanya berhenti kalau pertolongan tim medis sudah datang, korban sudah bernafas normal, keadaan tidak aman, atau Anda kelelahan.

“Tanya Pak! Bagaimana kalau waktu memeriksa korban (step B), korban tidak sadar tapi bisa bernafas dengan normal dan tidak ada cedera kepala?”
Jika itu keadaannya, bawalah korban ke recovery position. Caranya, rentangkan dua tangan korban, kemudian tangan kiri taruh di bawah dagu di atas leher, lalu balik korban kea rah tangan kanan. Kaki kiri diluruskan dan kaki kanan ditekuk. Setelah itu, panggillah tim medis.

“Tanya lagi Pak! Kalau yang tidak sadar anak kecil?”

Kalau anak kecil, sebelum melakukan kompresi, beri 5 kali pernafasan buatan. Lakukan kompresi dengan satu tangan atau dengan dua jari kalau untuk bayi (Anak-anak diberi 5 kali pernafasan buatan dulu karena jantung anak-anak masih bagus, jadi masalahnya kebanyakan di pernafasannya (paru-paru)).

“Afham. Afham. Nah sekarang, kalau orang hamil, atau perempuan gimana Pak?

Kayaknya si korban langsung sadar karena gak mau kamu CPR-in.

“Kalau…….”

Kalau kamu yang gak sadar aku tinggal aja. Kamu banyak nanya, ikut kursus CPR aja sana………

Advertisements