Theory Class – Driving Course

Menurut instrukturnya, kursus ini dinamakan License Induction Course. Intinya adalah pelajaran teori mengenai peraturan lalu lintas dan dasar mengemudi dengan selamat. Aku mengikuti theory class ini, Kamis 15 Jan 2009 sebagai bagian dari driving school selama 7 jam dalam 7 hari. Daftarnya sudah lama sih 30 Dec lalu tapi baru dapat tanggal 15 karena penuhnya jadual mereka. Kelas prakteknya sendiri baru akan dimulai tanggal 21 sampai 27 Jan setiap malam hari kecuali hari Jumat libur. Aku dapat instruktur orang India. Orang Indonesia sebenarnya available tapi baru bisa 10 hari kemudian. Karwa memungut 1200QR untuk 7 hari kursus sudah termasuk biaya test dan SIM. Menurut pantauan, harga kursus Karwa 20% lebih mahal dari tempat kursus lain,tapi menurutku lebih professional.

Sebelum pergi kesini, kemarin ditanya ama Bosku, kenapa gak langsung test aja. Aku bilang untuk familiarisasi dengan sistim Qatar, untuk ngerti peraturan lalu lintas (siapa tahu ada yang beda) dan untuk build confidence menghadapi test. Setelah kursus, aku temukan bahwa prinsip-prinsip defensive driving yang pernah aku dapatin di kerjaan dulu dan sekarang juga diajarkan di theory class biarpun sedikit.

Dimulai jam 8.30 pagi, kelas ini diadakan di Amenities building lantai 1, Karwa Office di Street 37 Industrial Area. Hari ini rame banget, ada sekitar mungkin 40-50 orang. Ada rombongan sekitar 10 orang China gak tahu dari company mana yang juga ikut kelas ini. Sebenarnya ada juga kelas malam dari jam 5 sampe jam 8.30 cuman buat aku gak kekejar karena aku harus travelling dari Ras Laffan.

Di awal kursus, instrukturnya sudah ngingetin bahwa peserta tidak boleh memberi uang kepada instruktur (Note: pada satu atau beberapa tempat kursus lainnya, instrukturnya kadang secara halus atau terang-terangan minta uang ke peserta kursus).Aku lihat nanti apakah peringatan ini hanya lip service atau benar-benar.

Kalau aku inget-inget kursus membahas masalah peraturan lalu lintas di Qatar, rambu-rambu jalan, tanda marka jalan, blind spot, tailgating, following and stopping distance, actual and potential hazards, distraction, seat belt, signaling (belok atau pindah jalur), overtaking, lane discipline, speed limit, roundabout, pocket parking, dan positioning. Di akhir kursus, instrukturnya juga ngasih kiat-kiat test dan cara menghadapi polisi. Overall, kursusnya bagus, penjelasan instrukturnya jelas biarpun kadang kecepetan, penggunaan alat bantu presentasi yang bagus (animasi powerpoint, model mobil, whiteboard).

Berikut summary beberapa poin yang penting aja (not exhaustive list):

1.       Rambu di Qatar dapat dibedakan dari bentuknya. Lingkaran merah berarti Law Must Not Do, biru berarti Law Must Do, Segitiga artinya Hazard, Rectangle artinya Information. Bentuk yang lain segitiga terbalik Give Way dan segi delapan Stop.

2.       Satu atau dua garis lurus warna putih atau kuning, artinya No overtaking. Broken line artinya overtaking is allowed. Garis lurus di pinggirdan  black and white kerb artinya No parking. Broken line di pinggir artinya Boleh parking

3.       Waktu test sering-sering check mirror (every few seconds) (Note prinsip Keep your eyes moving)

4.       Emergency (hazard) light hanya boleh dipakai ketika stationary untuk breakdown atau accident saja.

5.       Jika dibuntuti, pindah jalur jika memungkinkan atau kurangi kecepatan sehingga ruang dengan mobil di depan semakin panjang.

6.       Sequence untuk belok kiri: check mirror, give signal to left, position to the left, apply brake, changing gears, check for turning

7.       Sequence untuk changing lane: check mirror, give signal (4 flashes), changing lane

8.       Wordwide rules: priority main road > minor road; priority straight direction > turning direction

9.       Queuing distance i.e. in traffic light: 2 meter (must see the bottom of rear tire mobil di depannya)

10.   Following distance: 2 detik (bisa ditambah jika cuaca buruk, malam hari dan kondisi jalan berbeda)

11.   Kalau nyetir malam hari, gunakan dipped light (lampu dekat) dan maksimum kecepatan 60km (alasannya katanya maksimum reach lampu adalah 40m; dengan speed 60km, stopping distance adalah 36m).

12.   Lane discipline: gunakan lane 1 (paling kanan) unless overtaking

13.   Lakukan overtaking jika safe, legal dan necessary. Overtaking tidak boleh dilakukan di continuous line, roundabout, pedestrian crossing, daerah bertanda no overtaking lainnya

14.   Berkendara di roundabout dan pocket parking: refer penjelasan di blognya Kang Syarif  untuk cara masuk dan keluar dari roundabout, baik di exit 1, 2,3,4 (belok kanan, lurus, belok kiri, U-turn). Untuk test, intinya adalah selalu exit di lane 1 (paling kanan). Untuk normal driving, ikuti international rules. Gak boleh overtaking dan side-by-side dengan kendaraan lain di roundabout. Untuk pocket parking, intinya adalah full turn right ketika roda belakang berada di cone pertama box, mundur sampe roda kiri belakang menyentuh garis box luar, lalu mundur full turn left.

Oh ya, sebelum pulang, instruktur ngasih competence test untuk menguji pemahaman peserta mengenai kursus, 10 pertanyaan multiple choice dan 15 soal rambu-rambu. Ayo siapa bisa menjawab pertanyaan ini (dijiplak habis dari aslinya):

1.       What do you mean by blind spot checking?

2.       Following behind another vehicle what is the minimum safe separation?

3.       What is a distraction?

4.       What is an actual hazard?

5.       What is a potential hazard?

6.       Which is the most significant safety device which ever invented?

7.       Which is the correct sequence of signaling?

8.       How many flashes do you need to give before changing lane?

9.       When can you exceed speed limit?

10.   Which lane do you select if the road is empty?

Advertisements