Taransper: Pahlawan Devisa & Bersyukur

Taransper.

Begitu yang tertulis di secarik kertas yang dipegang seorang TKI pekerja konstruksi di depanku. Tertulis di situ nama tujuan, alamat dan tulisan “taransper *jumlah uang*”  lalu nama si pengirim.

Aku sempat mengintipnya ketika antri kurang lebih 40 menit di Gulf Exchange, Souq Najada, hari Jumat 6 Februari. Salah waktu. Mungkin iya. Lupa kalau jumat adalah harinya rekan-rekan buruh kita. Gedung Gulf Exchange sangat penuh sehingga antrian mengular kesana kemari terutama di antrian Western Union yang gabung dengan BNI. Tapi gak apa-apa justru aku mensyukuri karena selama 40 menit aku mendapat banyak hal hasil kupingan selama mengantri itu.

Lalu selaput gendang ini menerima ocehan dari sesame mereka mengenai:

·         Asal-usul mereka: Bireun, Indramayu, Cirebon, Serang….

·         Pekerja yang sudah tiga tahun tidak pulang ke keluarganya

·         Polah pekerja Indonesia yang susah antri di bus

·         Susahnya masuk kompleks Al Khor Community

·         Pekerja yang menyebut “Pertamina” untuk memaksudkan refinery di Ras Laffan.

“Kerja di mana kamu?”

“Konstruksi”

“Gedung ya?”

“Bukan! Pertamina di Ras Laffan”

“Ooo…”

·         Perbedaan kurs uang di perusahaan2 exchange

·         Debat mengenai asal kasir: Indonesia atau Filipino.

      “Indonesia kok dia. Dari Indramayu” (sok pedenya)

“Tapi kok kayak orang Manado ya?” (penasaran mode on)

(Gubrak)

Sisi lain. Selama 40 menit itu pula Allah seolah memberiku pelajaran mengenai bersyukur. Ketika aku melihat jumlah yang mereka kirim: 135, 400, 200…lalu membandingkan dengan uang yang aku bawa saat itu, aku disadarkan bahwa masih banyak rekan-rekan yang dari sisi finansial di bawah kita, bahwa masih banyak yang bekerja sekedar untuk bertahan hidup sampai mengorbankan banyak hal. Aku berkaca dari mereka. Mari bersyukur…

In other side of coin, banyak hal positif yang aku lihat dari mereka: Optimisme, keceriaan, dan semangat bertahan hidup di negeri orang dengan bekal skill seadanya. Merekalah yang mengalirkan devisa tak putus-putus ke negara kita, merekalah yang membuat sekian banyak orang dan keluarga di tanah air bertahan hidup, dan merekalah yang membantu pemerintah setidaknya mengurangi angka pengangguran di tanah air. Hidup pahlawan devisa!

 

 

Advertisements

One thought on “Taransper: Pahlawan Devisa & Bersyukur”

  1. Mantap Mas, hidup Pahlawan Devisa, cerpennya sangat menggugah motivasi. Salam dari kami di Duri.

Comments are closed.