A New Beginning Part 2

Finally, we moved (again). Now with more challenging environment and (hopefully) higher standard of living. I would consider this family moving to Qatar as a new beginning part 2 – as part 1 is for my new beginning. Etihad Airways airplane Airbus A330 took us from Jakarta to Doha via Abu Dhabi, UAE. It was as smooth as silk trip. Evertyhing seems eased by Allah the Almighty. From the point we checked-in, on the plane, arrival, dan headed to the accommodation.

We arrived at CGK airport at about 12.30 PM almost three hours prior to take off. Dengan 2 koper besar dan 2 koper kecil, kami berempat akan memulai perjalanan berjam-jam menuju Doha. Check in di counter Etihad kami dilayani dengan baik. Sepeti biasa barang bawaan cabin melebihi batas 7 kg sehingga perlu kami kurangi sedikit dipindahkan ke koper lain. Selebihnya lancar. Oh ya jangan lupa membuat frequent flyer Etihad. Enaknya, miles anggota keluarga bisa dijadikan satu dengan kepala keluarga membuat pengumpulan miles semakin cepat.

Urusan boarding pass selesai kami menuju ke counter bebas fiskal. Di sini pun urusan lancar. Aku sudah menyiapkan copy NPWP, copy KK, dan copy passport. Anak di bawah 12 tahun bebas fiskal. Petugas saya lihat mengecek keabsahan NPWP, lalu menstempel boarding pass dengan bebas fiskal. Di gate pemeriksaan bebas fiskal, petugas hanya memeriksa boarding pass dengan cepat lalu mempersilahkan kami ke gate pemeriksaan immigrasi. Masih tersisa sekitar dua jam sebelum take off atau satu jam sebelum boarding sehingga kami memutuskan untuk mampir ke salah satu lounge. Lumayan dengan Garuda-Citibank Platinum, aku dan istri gratis, anakku yang kecil juga gratis sementara yang besar cuman bayar 50 ribu rupiah. Menuju ke waiting lounge kami sempat dicegat petugas Etihad. Ternyata mereka memeriksa dengan detail data visa dengan identitas passport. Memastikan spelling, tanggal, dan data lain sama persis. Banyak kejadian penumpang direject begitu sampai di Doha karena ketidaksesuaian data. Lesson learned: Periksa data visa Anda dan keluarga untuk memastikan kesesuaian dengan passport.

Boarding tepat waktu sekitar 50 menit sebelum official take off. Keluarga yang membawa anak didahulukan bersamaan dengan penumpang business. Anak-anak seperti tidak sabar pengen mengoprek fasilitas entertainment padahal fasilitas itu belum aktif sampai pesawat reaching some points int he altitude. Duduk di belakang satu keluarga Indonesia, kami menempati deretan 4 kursi di tengah. Keluarga di depan kami duh….ribut banget hampir di sepanjang perjalanan dengan teriakan anak-anaknya dan bujukan-bujukan ayah bundanya untuk mendiamkan anak-anaknya. Entahlah, apa yang bikin ribut. Didikan orangtua pada anak-anak kecil akan terlihat begitu anak-anak berada di area publik. Soalnya mereka menganggap area publik adalah bukan area orang tua mereka sehingga merasa mereka bebas dari aturan orang tua. Padahal di situ “ujian” sebenarnya.

Tercatat Etihad memberikan dua kali meals selama penerbangan dengan minuman bisa direquest selama penerbangan, di luar air putih dan kacang yang diberikan sesaat sebelum take off dan sesaat sebelum makanan kedua datang (2 jam sebelum landing). Pesanan yang aku lakukan lewat internet disajikan sesuai permintaan. Enaknya kami mendapatkan meals lebih dulu dari penumpang lain. Makanan sea food meals pesananku terasa biasa, mungkin karena overcooked sementara makanan child meals menurut anak-anak enak. Anak-anak juga mendapatkan souvenir berupa travel diary dan boneka Etihad. Mendarat di Abu Dhabi, kami langsung transfer ke ke gate 35 melewati security check dan 15 menit perjalanan jalan kaki melalui koridor berliku. Boarding tepat waktu dan landing tepat waktu. Perjalanan ke Doha yang singkat lebih kurang 45 menit membuat penerbangan tidak terasa. Hanya sandwich atau hot dog yang menemani penerbangan singkat ini. Dari ketinggian, Abu Dhabi waktu malam terlihat semarak dipenuhi deretan lampu jalan atau kompleks perumahan.

And finally, here we go. Welcome to Doha. Sesuai anjuran rekan-rekan, kalau travelling dengan keluarga tidakusah memanfaatkan jasa Al Maha karena family-centered environment di Qatar membuat family diberi keistimewaan. Kami dipisahkan dari penumpang-penumpang lainnya melewati jalur khusus family.Sangat cepat. Keluar dari immigration check aku langsung membeli kartu Hala untuk isteri, lalu menuju areapengambilan bagasi. Alhamdulillah tidak ada yang tertinggal dan rusak. Dan enaknya travelling dengan anak-anak/keluarga – CD games/software lolos X-ray machine.

Om Edy Suhendra yang menjemput kami sudah berada di parkiran tepat di seberang pintu keluar kedatangan, dengan Hyundai Santa Fenya dan bendera merah putih kesayangannya. Kami menembus udara dingin Doha malam itu yang terisi sedikit debu pasir di udara karena badai pasir.

Dan Pasir sepertinya akan jadi bagian sehari-hari berikutnya kami di Qatar, tempat kami memulai hari yang baru. A new beginning.

Advertisements

3 thoughts on “A New Beginning Part 2”

Comments are closed.