Priviledge (of working and living in Qatar)

Bekerja dan berada di Qatar adalah priviledge. Selagi berada di Qatar saya harus memanfaatkan priviledge yang tidak semua orang memilikinya. Priviledge seperti apa?

Priviledge menurut Longman Dictionary of Contemporary English berarti:

  • A special advantage that is given only to one person or group of people
  • Something that you are lucky to have the chance to do and that you enjoy very much

Berikut beberapa priviledge, menurut saya, yang bisa dan harusnya kita manfaatkan:

  • UMRAH. Bagi umat muslim, dengan dekatnya jarak ke Tanah Suci, menunaikan ibadah umrah dengan leluasa dan dengan biaya yang relatif murah. Melalui biro perjalanan haji, umrah bisa dilakukan dengan biaya sekitar 2000QAR (via bus). Kalau mau lebih murah bisa melakukan perjalanan darat sendiri selama 18-22 jam. HAJI. Biarpun bertetanggaan dengan KSA (Kingdom of Saudi Arabia), penduduk Qatar tidak sebebasnya melakukan ibadah haji. Tetap ada quota dan batasan-batasan. Yang mengherankan, biaya hajinya hanya lebih murah sedikit dari Indonesia. Tahun 2008 lalu biayanya adalah 7700 dan 9300 untuk perjalanan dengan bus 45 dan 27 seat. Atau 15500Qar dengan pesawat. Pun demikian menurut rekan-rekan, hotelnya agak jauh dari Masjidil Haram dibanding hotel yang didapat jamaah Indonesia.
  • TRAVEL. Salah seorang expat mengatakan  yang paling dia suka dari berada di Qatar adalah being able to fly seven hours in any direction to somewhere new (Source: The Complete Resident’s Guide – Qatar). Ya, dengan perjalanan udara kurang dari 7 jam kita bisa berada di tempat-tempat wisata menarik di banyak bagian dunia. Dalam waktu kurang dari tujuh jam dari Doha Anda mungkin bisa tiba di Eropa, salah satu negara di Afrika, di India, negara Indo-China, atau di negara Eropa Timur. Jika melakukan perjalanan darat, dalam 7 jam Anda sudah bisa sampai di Bahrain (4 jam) atau Abu Dhabi (6 jam).
  • WITNESS. Berada di Qatar berarti  menjadi saksi dari berkembangnya suatu negara. Qatar baru dikembangkan secara intensif sejak Emir yang sekarang memegang tahta sejak tahun 1995 mengambil keuntungan dari sumberdaya hidrokarbon yang melimbah. Dalam beberapa tahun ke depan kita akan bisa melihat fisik dari construction project yang sekarang di-execute seperti New Doha International Airport, Lusail City, Energy City, Entertainment City, Sidra Medical Center, The Pearl, Friendship Causeway to Bahrain, West Bay Lagoon Development, etc.
  • LANGUAGES.  Tentu saja belajar Bahasa Arab langsung dari penutur aslinya.
  • DRIVING. Mengendarai mobil  ber-CC besar yang terjangkau, mengendara dengan setir kiri, melakukan desert off-road, dune bashing, melakukan perjalanan darat melintasi gurun. Kapan lagi?
  • SCHOOL. Bagi anak-anal, belajar di International School dengan English medium.
  • CULINARY. Qatar menjadi melting pot dari pengaruh masakan dari India, Afrika Bagian Utara, dan negara Middle East di sekitarnya. Kesempatan yang bagus untuk merasakan masakan India, Egypt, Moroko, Arab, Lebanon, dan Iran.
  • CULTURE. Belajar mengapresiasi budaya Arab, budaya Timur Tengah dan sedikit budaya India, Filipine yang membentuk mayoritas penduduk Qatar.
  • WORK. Bekerja dengan sistem dan birokrasi yang berbeda dengan yang ada di Indonesia, lengkap dengan  intrik politik yang di-drive oleh pengamanan kepentingan nationality tertentu. Menarik. Yang dibutuhkan tidak hanya kepintaran tapi juga pintar-pintarnya memainkan peranan.
  • CLIMATE. Kapan lagi merasakan iklim 6 bulan panas (up to about 50 C) dan 6 bulan dingin (down to about 7 C) yang kadang ditingkahi dengan badai pasir yang ganas. AC dan heater , jacket tebal dan kacamata hitam menjadi kawan baik.

Bottom line adalah berada dan bekerja di Qatar adalah priviledge. Make the most of it!

Advertisements