There must be something in Kuwait City

Pictures are in my facebook albums

Dari ketinggian menara pandang (viewing platform) berketinggian 120 m (dari keseluruhan 187m) di menara utama, kompleks Kuwait Tower, Kuwait City, saya jadi bisa melihat keseluruhan kota ini: Aqua Park yang berada di bawahnya, corniche sepanjang 20-an km, istana raja, area kota lama maupun bangunan pencakar langit baru, Liberation Tower, dan tentu saja Arabian Gulf (atau Persian Gulf seperti diklaim oleh Iran? Ah saya tak mau berdebat).

Tidak itu saja. Anda bahkan bisa melihat beberapa display foto yang menggambarkan kerusakan akibat serangan agresi Irak yang memicu timbulnya Perang Teluk tahun 1991. Terasa sekali aroma “kebencian atau kekesalan” di narasi penjelas yang menyertai setiap foto. Kuwait Tower menjadi target serangan Irak karena tower ini menjadi simbol Kuwait City. Untungnya, tower ini tidak runtuh, hanya beberapa ruangan yang porak poranda.

Untuk naik ke viewing platform, saya harus membayar 2 KD (Kuwaiti Dinar). Dengan harga segitu, saya juga mendapatkan gratis satu sandwich dan satu minuman gratis di viewing platform restaurant. Bagusnya adalah Anda bisa menikmati makanan ringan ini di meja bar sambil berdiri di atas lantai putar (revolving). Artinya Anda tak perlu beranjak dari tempat berdiri Anda untukmendapatkan pandangan 360 derajat. Satu putaran penuh memakan waktu 30 menit. Untuk mengguide pengunjung lokasi-lokasi penting diberikan informasinya di kaca pandang.

Viewing platform terletak di salah satu dari tiga tower dalam kompleks yang dibangun sejak 1975 dan dibuka tahun 1979. Satu tower digunakan untuk menyimpan air, dan satu lagi menara tak berbola sebagai pengendali kelistrikan dan lighting untuk semua tower. Tandon air bisa menyimpan sampai  4500 meter kubik air.

Pagi itu, Kuwait Tower hanyalah salah satu di antara sekian must-visit places di Kuwait City dalam rangkaian perjalanan transit singkat satu malam satu setengah hari ke Kuwait City, entour dari Istanbul ke Doha. Sebagai GCC resident, saya bisa mendapatkan visa-on-arrival di bandara Kuwait City. Untuk 4 orang, kami harus membayar 24 KD. Selepas urusan VoA selesai, saya segera menuju ke konter Avis untuk mengambil order mobil sewaan yang saya sudah pesan beberapa hari sebelumnya. Di area yang sama, ada beberapa konter rental mobil lainnya seperti Hertz, Budget atau local company.

Lalu meluncurlah kami menggunakan Chevrolet Caprice menyusuri jalanan ring road dari airport sebelum belok ke ujung timur-selatan corniche road (or Gulf Street). Sebelum mampir ke Kuwait Tower, kami sempat mengunjungi pantai Messila yang sayangnya bau amis, Hard Rock Cafe dan Green Island sekedar untuk photostop. Yang terakhir ini adalah taman pulau buatan yang dihubungkan dengan Gulf Street dengan jembatan kecil. Di dalam pulau adalah jajaran pohon, taman dan tempat duduk untuk menikmati Arabian Gulf. Dari GoogleEarth, Green Island keliatan menarik, tapi setelah didatangi tempat ini tidak cukup menjanjikan untuk dieksplore lebih jauh. Terlihat kalau tingkat perawatan taman ini kalah dengan taman sejenis di Doha.

Setelah check-in di Hotel Ibis Samiya*kami melepas lelah sejenak di kamar, recharge sebelum jalan kembali untuk menuntaskan must-visit places – crash program gitu lho….  (*hotel bisnis bintang tiga ini cukup bagus dari sisi harga, lokasi, dan hmmm sarapannya. Tarif weekend lebih murah, dan kami bisa menggunakan kamar yang sama untuk mengakomodasi 2 anak di bawah 12 tahun, meskipun tidak ada tambahan bed, free of charge).

 Next visit adalah The Scientific Center Kuwait ( http://www.tsck.org.kw/en/index.asp ) di ujung timur corniche, hanya beberapa ratus meter dari hotel kami dan Hard Rock Cafe.Hari Jumat itu, Scientific Center mulai buka jam 2 siang. Dalam kompleks ini terdapat 3 lokasi layak-kunjung: Discovery Place, Aquarium dan IMAX. Kami memutuskan untuk mengunjungi Discovery Place dan Aquarium dengan menggunakan tiket combo seharga 4.25 KD (dewasa) dan 3 KD (anak-anak). Kalau Anda memutuskan untuk mengunjungi ketiganya, Anda bisa melakukannya dengan lebih murah menggunakan tiket combo 6 dan 4 KD untuk dewasa dan anak-anak.

Discovery Place adalah inti Scientific Center. Ini tempat di mana pengunjungi bisa mengeksplore dan memahami science dalam format yang mencerahkan. Anak saya yang tertua malah meminta dia ditinggalkan di area itu sementara kami bertiga bergerak ke area Aquarium. Oh anakku terkena racun science center, semenjak dia seringkali kami eksposed ke scientific center di mana itu ada seperti  di Kota Baru Parahyangan Bandung, Singapore Discovery Center dan Science Center di Singapore, Petrosains di Kuala Lumpur, dan nantinya Cite de Science di Paris, dan NeMO di Amsterdam.

Area Discovery Place tidaklah terlalu besar tapi flow dan varietasnya cukup lengkap, dengan tidak ketinggalan informasi mengenai penambangan minyak.

Hal yang sama juga di kompleks Aquarium yang tidak terlalu besar, tapi cukup menghibur. Di area foyer, pengunjungi bisa melihat koleksi sumbangan Sheikh Sabah antara lain, formasi batuan, desert rose besar., dan benda antik khas Kuwait. Di Aquarium ini pengunjung bisa melihat representasi 3 lingkungan utama di Timur Tengah: gurun pasir, laut dan tepi pantai (coastal). Yang ditata menarik adalah coastal section dengan ruang terbuka beratap tembus pandang dengan tanaman asli. Seperti halnya Aquarium di banyak tempat, ikan hiu dan ikan pari menjadi atraksi utama. Dua ikan ini ditampung dalam akuarium besar berkapasitas 1,5 juta liter air.

Di pelataran belakang scientific center Anda juga dapat berfoto di depan dhow, dengan lamat-lamat background Kuwait Tower.

Dari Sciencitic Center, kami menuju Hard Rock Cafe untuk membeli shot glass (tuh kan!) dan kemudian ke The Avenue (http://www.the-avenues.com/home.html ), mall terbaru dan termodern di Kuwait City. Masuk ke mall ini serasa segar, baik karena bangunannya, dan bukaannya, luasnya area pejalan kaki di dalam mall, maraknya pepohonan di dalam mall, belum lagi tata parkir yang prima (jangan dibandingkan dengan City Center Doha deh….). Tujuan utama ke mall ini: benchmarking ……alesan ya, padahal mau shopping di IKEA…hehehehe.

Di tengah shopping, kawan lama di Chevron yang sekarang bekera di Chevron Kuwait mengirim pesan singkat yang intinya memastikan tempat bertemu di The Avenue. Di akhir pertemuan kawan saya menawari saya untuk berkunjung ke camp Chevron di Mina Saud. Sayang waktu kami singkat sehingga besoknya pun kami tidak bisa mengunjungi camp. Camp ini berjarak 50-an km dari Kuwait City.

Besoknya selepas sarapan kami menyusuri kembali Gulf Street sampai ke Kuwait Tower, lalu mengarahkan mobil ke Souk Sharq (http://www.souksharq.com/ ). Souk ini adalah water-front mall, di belakangnya Arabian Gulf, di depannya marina tempat parkir yacht dan boat. Yang menarik adalah jam air di atrium mall. Tidak ada agenda khusus di mall ini kecuali ambil beberapa foto lalu segera memacu kembali mobil kami ke area kota lama, melewati istana raja, dan masjid besar. Liberation Tower adalah tujuan berikutnya. Sayangnya tower ini hanya dibuka tanggal 25 February, National Day, jadilah kami hanya berfoto di bawah kaki tower ini.

Pesawat kami akan take off sore jadi kami masih punya waktu tersisa untuk melihat dan mendapatkan sesuatu di Kuwait City. Maka berkelilinglah kami menjelajahi ring road, masuk ke jalan-jalan kecil, kembali ke ring road, begitu seterusnya sampai tiba waktu mengembalikan mobil dan checkin di airport.

 Maka berakhirlah perjalanan transit saya dari Istanbul ke Doha di kota ini pada 8-9 April 2010.

 Kuwait mungkin bukan tujuan wisata utama bagi para penduduk di Timur Tengah, tapi ini yang membuat saya penasaran. Pasti ada sesuatu di Kuwait untuk turis penasaran* seperti saya. Dan memang ada sesuatu di Kuwait, setidaknya buat saya. (*temen saya bilang apa maksudnya bisa melengkapi koleksi shot glass Hard Rock sebagaimana yang saya lakukan ke setiap kota di mana ada HRC? Saya hanya tertawa. Penasaran yang saya maksudkan adalah daftar Been There Done That yang harus saya lengkapi mumpung saya masih tinggal di Qatar. Daftar ini antara lain mencakup mengunjungi semua negara GCC. Dengan kunjungan ke Kuwait ini maka hanya Bahrain yang belum saya kunjungi. Insya Allah tahun ini atau tahun depan).

Jika ada yang bertanya kepada saya apakah Kuwait worthed untuk dikunjungi? Saya akan menjawab iya, tapi bukan sebagai tujuan utama liburan Anda, atau tempat di mana Anda menghabiskan seluruh masa liburan Anda. Cukuplah Anda kunjungi kota ini dalam perjalanan transit Anda atau weekend break. Saya yakin ada sesuatu buat Anda di sana!

Advertisements