All posts by Wahyu Hidayat

910 TCF

….itu adalah jumlah cadangan gas terbukti (certified reserve) yang ada di North Field Qatar. Ditemukan tahun 1971, North Field sejauh ini adalah lapangan gas non-associated tunggal terbesar di dunia (15.3% dari total dunia). Cadangan 910 TCF (trillion cubic feet) ini kira-kira setara dengan 22.5 kali cadangan gas di Greater Gorgon Field – lapangan gas terbesar di Australia (40 TCF), atau 64 kali cadangan gas terbukti Lapangan Gas Tangguh (14 TCF), atau hampir 15 kali cadangan gas Chevron (67 TCF). Dengan laju produksi saat ini dan kemungkinan penemuan di waktu mendatang, konon, cadangan gas ini akan habis dalam 200 tahun.

 

qp.com.qa)
North Field platform complex (source: qp.com.qa)

Lapangan gas North Field terletak sekitar 80 km timur laut semenanjung Qatar yang mengcover area seluas kurang lebih 6,000 km persegi (hampir sembilan kali luas Singapore).

Raslaffan.com)
North Field Qatar (Source: Raslaffan.com)

Advertisements

Qatar at a glance

Qatar adalah semenanjung dengan luas 11,437 km persegi yang berlokasi di pertengahan pantai barat Teluk Arab. Panjang garis pantainya sekitar 563 km. Wilayahnya datar dan berbatu tertutupi dengan dataran dan bukit pasir. Ada beberapa pengecualian munculnya daerah berkapur di utara dan barat laut. Qatar berbatasan dengan Saudi di selatan, dan Teluk Arab di bagian yang lain.

 

 

Peta Qatar
Peta Qatar

 

Secara demografi, total populasinya pada Agustus 2008 mencapai 1.45 juta (sumber: Wikipedia ). Karena menguatnya perekonomian, populasi meningkat dengan pertumbuhan 9% per tahun beberapa tahun belakangan. Hampir 50% populasi bermukim di Doha, ibukota administratif dan bisnis. Beberapa pusat pemukiman lainnya adalah Dukhan di pantai barat, Mesaieed dan Al Wakra di selatan, dan Ras Laffan dan Al Khor di utara. Ras Laffan Industrial City sedang menciptakan pengembangan pemukiman di Al Khor dan daerah yang berdekatan dengan Ras Laffan.

 

Qatar memiliki iklim gurun sedang dengan musim dingin sedang dan musim panas. Malam waktu musim dingin bisa dingin meskipun jarang mencapai di bawah 7 derajat celcius. Musim dingin biasanya berlangsung mulai bulan October dengan Januari umumnya bulan paling dingin dengan suhu terendah 10 derajat dan tertinggi sekitar 27 derajat. Sementara bulan paling panas adalah Juni sampai Agustus dengan temperatur maksimum bisa mencapai 42 derajat. Hujan sangat jarang, kalaupun turun pada hari tertentu antara Oktober dan Maret.

 

Arab adalah bahasa resmi tapi Inggris dipergunakan secara luas. Semua dokumen resmi (seperti visa dan permohonan resident permit) harus ditulis dalam Arab. Islam adalah agama resmi dan Shari’a adalah sumber utama peraturan.

 

Bentuk pemerintahannya adalah emirat dengan emir sebagai penguasa Qatar. Kekuasaan turun temurun dalam keluarga Al Thani, di mana kekuasaan diturunkan dari ayah ke anak laki-lakinya. Jika tidak ada anak laki-laki, kekuasaan diturunkan ke orang yang dipilih Emir di dalam keluarga Al Thani.

 

Emir adalah kepala autoritas konstitusional, memegang kekuasaan legislatif dan eksekutif. Emir menunjuk perdana menteri dan menterinya.

 

Waktu lokal Qatar adalah 3 jam lebih cepat daripada GMT (GMT+3). Mata uang resmi adalah Qatari Riyal (QR) yang dibagi dalam 100 dirhams. Nilai tukar terhadap US dollar telah dipatok tetap pada US$1 = QR3.64.

 

Hari kerja di Qatar dari Minggu sampai Kamis. Jumat dan Sabtu adalah hari libur. Jam kerja kantor pemerintah dari jam 7 sampai jam 2 siang. Jam buka toko bervariasi tapi umumnya 8.30 pagi sampai 12.30 siang dan jam 4 siang sampai 9 malam meskipun shopping mall biasanya buka sepanjang hari dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Beberapa toko tidak buka sama sekali pada hari Jumat sedang yang lain buka beberapa jam di pagi hari dan buka lagi di sore hari, meskipun mall hanya buka sekitar jam 4 sore.

For the first time: Qatar

Kuhirup udara pagi – nan panas – itu, kupastikan ruap-ruap oksigen berbau padang pasir memenuhi rongga dada. Selamat Pagi Qatar. Aku datang.

Ini pertama kali aku ke Qatar. Sayangnya aku hanya punya kesempatan 2 malam. Datang pagi ini, besoknya interview dan tengah malamnya balik ke Indo. Cukup melelahkan memang. Dan waktu yang sempit membuatku tidak terlalu berharap banyak melihat dan mengalami Qatar. Yang penting interviewnya sukses.

Pukul 06.10, pagi itu, setelah 8 jam perjalanan dari Changi menaiki Qatar Airways (QR 639). Seorang penjemput memegang secarik kertas di depan dadanya. Aha ada namaku. Penjemput ini dari Al Maha Services, sebuah layanan meet and greet untuk orang-orang yang gak pengen antri lama di imigrasi atau yang sudah kebelet bertemu orang-orang tercintanya….. Aku diantar memasuki ruangan tunggu Al Maha sembari penjemput menangani urusan imigrasi. Di dalam ruangan ada beberapa orang yang juga lagi nunggu diurusin. Gak lama, mungkin 10-15 menit, saya sudah dijemput untuk diantar melalui gate imigrasi melalui antrian imigrasi yang – fiuhhh panjang sekali. Serasa orang penting nih, karena sepertinya ada pintu khusus imigrasi untuk Al Maha ini, jadi tanpa antri langsung lolos keluar. Layanan ini bisa didapat dengan membayar QAR100 dan QAR70 untuk pendamping berikutnya.

 

Al Maha Lounge
Al Maha Lounge

Keluar dari airport sempet agak lama nyariin mobil penjemput dari Ramada Hotel. Si Mbak Al Maha sempet nanya-nanya ke orang sebelum akhirnya sebuah van datang dengan 5 orang penumpang di dalamnya. Perjalanan pun lanjut ke hotel yang dicapai tak lebih dari 20 menit.

Nah ini dia masalahnya. Karena datang kepagian, kamar belum ready. Jadinya ya nunggu dulu di lobby. Sempet bolak-balik beberapa kali tapi tetep aja belum ada. Akhirnya, daripada bengong di lobby, aku putusin jalan. Tadinya mo ikut tour tapi aku lihat kok gak worthed, jadinya aku putusin tuk jalan sendiri. Masalah di Qatar adalah taxi yang sulit didapat. Berdiri lama di pinggir jalan selama setengah jam-an gak dapet juga, jadi akhirnya aku terima saran dari bellboy untuk pakai mobil dari hotel. Dua kali lipat sih harganya tapi daripada-daripada.

Tujuan pertama Souq Waqif.

Souq (=pasar) Waqif adalah salah satu daerah bisnis yang paling ramai dan lokasi pasar tertua di Doha. Souq ini berkembang dari asalnya sebagai pasar akhir minggu yang digunakan oleh Bedouin ketika mereka datang untuk berdagang daging, wol, tenun, dan susu untuk barang harian lainnya. Sekarang berkembang menjadi susunan lorong-lorong sempit yang dipenuhi toko-toko kecil dengan barang-barang yang ditumpuk sampai ke atap dan meluber sampai ke jalan.

 

Di Souq ini Anda dapat menemukan semuanya dari mur, baut, alat dapur, bumbu-bumbu, beras, parfum, alat-alat tukang, pakaian sampai peralatan camping.

 

Waktu aku ke sini jam 9-an pagi, belum banyak toko yang buka. Menurut orang Bahrain yang aku temuin ketika sama-sama ke Ras Laffan, Souq Waqif lebih nyaman dikunjungi pas malam hari. Gerombolan orang bergerak perlahan  dengan suara-suara bising dan kerlap lampu, sangat indah , menurutnya. Sayangnya sampai aku balik ke Indo, kunjungan malam hari tidak terlaksana.

 

Meski cuman bentar di Souq ini aku sempet dapet foto lorong-lorong, struktur bangunan dan deretan sheesha (bener nggak nulisnya nih…) sebelum balik ke hotel. Oh ya, sebelum balik, sempet jalan kaki juga keliling daerah sekitar Souq seperti patung kerang-mutiara, ujung Corniche dan daerah dekat benteng Al Koot.

 

Suatu Lorong di Souq Waqif
Suatu Lorong di Souq Waqif
Display of Sheesha at Souq Waqif
Display of Sheesha at Souq Waqif

 

 

 

 

 

 

 

City Center dan mal

Sore, habis istirahat siang di hotel, aku meluncur ke City Center, yang konon mal terbesar di Qatar. Lagi-lagi pake mobil dari hotel karena taxi susah didapat. Mal yang baru dibuka tahun 2001 ini punya tiga lantai dengan major outlets seperti Carrefour, Debenhams dan beberapa recreation facilities seperti  cinema 14 screen, ice-skating rink, children play zones, water park dan bowling alleys.

 

Waktu aku ke sana, hanya Carrefour yang buka penuh dan sedikit toko yang lain. Maklum bulan puasa, biasanya toko buka jam 8 malam. Di mall ini ada taxi stand, jadi cukup membantu. Gak banyak yang dibeli selain suvenir di Hallmark, kaos, kurma, dan coklat di Carrefour.

 

Selain City Center, ada beberapa mall lain di Doha (dan semuanya belum aku kunjungi pas visit pertama ini….he…he…):

  • Centrepoint
  • Emporium
  • Hyatt Plaza (dengan Giant Store supermarket, dan Homes R Us)
  • Landmark Mall (dengan Mega Mart, Carrefour, dan Marks & Spencer)
  • The Mall (dengan Q-Mart supermarket)
  • Royal Plaza
  • Villagio (dengan Carrefour, Zara Home, ice-skating rink, cinema  dan danau dan kanal di tengah mall)

 

Laporan tiap mall tentu saja nanti setelah aku di sana……

Lobi City Center Doha
Lobi City Center Doha

Tentang Situs Ini

Well, selamat datang. Situs ini sebenarnya dibuat untuk media komunikasi Keluarga Wahyu selama kami di Qatar buat temen-temen, saudara, dan orang-orang yang ingin terupdate dengan kabar kami. Rajin-rajin berkunjung karena kami juga akan rajin meng-updatenya. Jangan lupa tinggalin pesan ato comment!