Preparation: Penerjemahan Dokumen

– diedit berdasar komen dari Mas Taufiq. Lihat kata yang berItalic –

Beberapa dokumen pribadi perlu diterjemahkan agar dapat dipergunakan untuk keperluan (ketika interview maupun) selama di Qatar. Yang lebih baik adalah kalo dokumen sudah inherently in English (dari sononya) oleh pihak pengeluar. Tapi kalopun tidak, penerjemahan bisa dilakukan. Yang perlu diperhatikan, penerjemahan harus dilakukan oleh Penerjemah Tersumpah (sworn translator). Aku mendapatkan daftar alamat penerjemah dari website Study in Australia (http://www.studyinaustralia.or.id/page/Penerjemah-Tersumpah/). Sayangnya service hanya ada di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali. Aku belum menemukan service ini di Balikpapan.

Setelah aku hubungi salah satu penerjemah di Surabaya lewat email, mereka ternyata bisa menerima service terjemahan via pos. Harga dan lama penyelesaiaan akan diinformasikan begitu mereka menerima dokumen dari kita.

Biaya penerjemahan berkisar antara 30-60 ribu per halaman tergantung jenis dokumen dengan waktu penyelesaian antara 3-7 hari (termasuk waktu pengiriman luar kota). Kalo Anda langsung datang ke tempatnya biasanya mereka bisa menyelesaikan dalam satu hari, bahkan ada yang bisa same day service, pagi naruh sore bisa diambil.

Hasil terjemahan berupa terjemahan kalimat dalam dokumen dalam bahasa inggris yang diprint di atas kertas ber-kop penerjemah yang bersangkutan dan stempel basah penerjemah tersumpah bersangkutan.

Jangan lupa, setelah menerima hasil terjemahan segera men-scan dokumen hasil terjemahan dan meng-copynya beberapa kali.

Dokumen yang paling umum perlu diterjemahkan: (ada kemungkinan Anda menjumpai tidak ada masalah meskipun tidak menerjemahkan dokumen di bawah, but it is your discretion. I suggest to do it)

1. Ijasah-ijasah terakhir

2. Akte kelahiran pribadi dan keluarga

3. Surat nikah

4. Surat kelakuan baik (sekarang bernama SKCK)/Police Clearance Certificate – jika diperlukan. Tidak semua perusahaan mensyaratkannya.

5. Leaving Certificate, School Record (rapot) untuk anak yang mau sekolah (Note: lebih bagus versi bahasa inggris dari sekolahnya langsung, instead of diterjemahkan di penerjemah tersumpah)

Advertisements

Preparation: Membuat SIM International

[Update: Anda perlu pertimbangkan untuk tidak membuat SIM International. Ternyata, SIM Internasional Indonesia tidak pernah saya gunakan. Peraturannya, kalau dapat Residence Permit SIM International menjadi tidak berlaku lagi. RP umumnya bisa didapat dalam 2 – 4 minggu. Jadi Anda mungkin lebih baik menunggu 2-4 minggu.

Di buku Marhaba, terdapat tulisan seperti berikut:

“You are allowed to drive with your national driver’s license (if it is recognized by the State of Qatar) for one week, or alternatively you may use an international driver’s license for six months, after which it is compulsory to have valid Qatari’s driving license. In order to use an international driving permit issued by your country of origin, you must hold also a valid driving license that is, recognized by the State of Qatar”.

Sayangnya, SIM kita tidak direcognize oleh Qatar. Pengemudi yang SIM-nya tidak direcognize (kecuali British, US, dan beberapa negara) seperti kita, perlu melakukan driving test.

—————

Hari Jumat lalu, 21 Nov, SIM international saya jadi. Sempat ketar-ketir juga karena ketika aku naruh persyaratan hari Rabu, 12 Nov, petugas di IMI bilang SIM kelar dalam seminggu sampai dua minggu. Padahal aku harus berangkat tanggal 25 Nov.

SIM International diperlukan untuk dipakai di awal-awal Anda tinggal di Qatar sebelum mendapatkan driving license setempat.

Berikut cara mendapatkan SIM International:

1. Pastikan Anda sudah mempunyai SIM Indonesia (ya iyalah…..)

2. Cari kantor IMI setempat

(I’m serious….cukup sulit menemukan kantor IMI di Balikpapan. Dulunya aku pernah ke BSB bulan Sep 08, tapi pas ke sana Nov 08, ternyata sudah pindah. Satpam di BSB gak tahu ke mana. Kemudian ada informasi di Daksa (Kota Hijau) dekat sirkuit. Pas ke sana, nothing. Nanya 108, nomer telepon yang diberikan tidak bisa dihubungi. Ternyata ketemunya di Ruko Balikpapan Baru, dekat showroom Suzuki/Klinik BorneoMed – ruko paling luar sebelah kanan Mal Fantasi, dekat belokan dari Bundaran Patung Monyet. Memang ada rencana kantor permanennya di dekat sirkuit, tapi entah kapan selesainya. Jadi pastikan Anda tahu ke mana mencarinya karena kantor IMI tergantung dari siapa ketuanya).

3. Lengkapi persyaratan: fotokopi SIM, fotokopi passport, fotokopi KTP, foto 4×6 (4 lembar), formulir aplikasi yang sudah diisi (gratis).

4. Bayar uang sekitar Rp550,000 + 6 ribu untuk materai (untuk Wilayah Balikpapan). Di Jakarta Anda bisa mendapatkannya dengan Rp385,000. Biaya pada bulan Nov 2008.

5. Tunggu 1-2 minggu. Kenapa lama? Meski bisa diurus di Pengda IMI, SIM hanya dikeluarkan oleh IMI Pusat. Kasusku, aku ngasih tanggal 12 Nov (Rabu) sore, dan selesai Jumat, 22 Nov, pagi. Di Jakarta, ini bisa selesai 1-3 hari. Kantor IMI di Stadion Tennis, Jl. Pintu I Senayan, Jakarta.

Jangan kaget, Anda akan menerima SIM International yang segede gaban, kira-kira 4 kali SIM Indonesia. Anda juga akan mendapatkan stiker IMI Touring, buku panduan safety driving, dan kartu IMI Touring. Selamat mengurus!

10 Things to Prepare before Leaving

[UPDATE: BEBERAPA HAL SUDAH BANYAK BERUBAH TERUTAMA MENGENAI DOKUMEN YANG DIPERLUKAN BAGI PENGURUSAN RESIDENCE PERMIT. INI KHUSUSNYA TERKAIT DENGAN PERLUNYA DOKUMEN DI-ENDORSE/MENDAPATKAN PENGESAHAN DARI EMBASSY QATAR MAUPUN KEMENTRIAN INDONESIA. SILAHKAN SIMAK BERITA TERKINI DARI MILIST TENTANGQATAR].

Sebelum meninggalkan Indonesia, jauh-jauh hari pastikan hal-hal berikut sudah Anda siapkan/selesaikan:

1. Penerjemahan Dokumen ke Bahasa Inggris.

Penerjemahan harus memakai Penerjemah Tersumpah (Sworn Translator). Bisa tanya Paman Google di mana. Sayangnya di Balikpapan saya belum menemukan (ada yang tahu?….). Beberapa dokumen yang perlu diterjemahkan:

a. Ijasah terakhir

b. Akte kelahiran Anda dan keluarga

c. Marriage Certificate (Akte Nikah)

d. Police Clearance Certificate/SKCK – Kelakuan Baik (optional – beberapa perusahaan mensyaratkan).

e. Untuk anak  yang mau sekolah: Leaving Certificate, 3-year school records (raport), Immunization Card.

Scan semua dokumen di atas baik yang Bahasa Ind dan Inggris, cetak versi Inggris (5x).

[Lihat update tulisan saya mengenai Penerjemahan Dokumen]

2. Pas Foto

Pastikan berlatar belakang biru. Cetak ukuran passport (untuk Qatar: 5 x 5 cm). Siapkan kira-kira 20-25 lembar (saya pribadi menyiapkan 30 lembar). Boleh juga Anda menyiapkan ukuran 4×6, 3×4, 2×3 secukupnya

3. Buat SIM International

Lumayan untuk dipakai awal-awal tinggal di Qatar sebelum mendapatkan driving permit. Biasanya masa berlaku di Qatar 6 bulan. SIM international sendiri berlaku setahun. Urus di IMI setempat

[Update: Lihat tulisan mengenai Pembuatan SIM International. Anda perlu mempertimbangkan untuk tidak membuat SIM International]

4. Aktifkan roaming international nomer HP Indonesia Anda.

Ada baiknya tetap menjaga nomer Indonesia Anda tetap aktif sampai Anda yakin semua teman Anda tahu nomer baru Qatar Anda, atau karena memang Anda menginginkan tetap aktif terus.

5. Aktifkan internet banking untuk tabungan di Indonesia.

6. Scan semua dokumen penting Anda: ijasah, certificate training/qualification, transkrip, atm, buku tabungan, surat keterangan kerja, akte kelahiran, passport, surat nikah, SIM, etc. Suatu saat Anda perlu Anda tinggal print.

7. Siapkan dokumen yang diperlukan untuk mobilisasi: e-ticket, work visa, passport, offer letter dan arrival details (siapa yang menjemput, nomer telp-nya)

8.Kirim dokumen penting mobilisasi ke suatu email Anda. In case of loss, Anda masih bisa mendapatkan salinannya dan mencetaknya. Jika perlu simpan dalam card HP/PDA atau flashdisk.

9. Siapkan obat-obatan umum: sakit kepala, flu, batuk, vitamin. Bawa juga lip gloss dan pelembab kulit. Jika perlu bawa obat-obatan spesifik yang tidak ada di qatar tapi Anda atau keluarga memerlukan. Contoh: saya berencana membawa minyak tawon.

10. Buat checklist untuk segala keperluan di atas. Sebelum berangkat cek kembali kelengkapan. Saran saya beli folder dokumen ber-tab (seperti map tapi tebalnya 5 cm umumnya terbuat dari plastik transparant, di dalamnya terdapat sekat-sekat), atau folder berkantong banyak.

Farewell 2

Farewell party deui euy!

Kali ini dengan teman-teman saja. Berhubung kapasitas, jadi mohon maaf sekiranya ada yang tidak terundang. Duh, sulit betul nyari hari dan jam yang cocok, aku sibuk, yang lain sama aja. Tapi akhirnya jadi juga, Rabu, 19 Nov, jam 7 malam di Noodle Stix, Ruko Sentra Eropa II, Balikpapan Baru.

Tempatnya sih asyik, di private room di lantai dua, dengan interior yang keren dan ambience yang mendukung. Menunya: nasi goreng seafood, mie goreng singapore, baby kailan cah sapi, sapo tahu, ayam saos spesial dan udang mayones. Oh ya dengan appetizer sup jagung dan sup asparagus. dan dessert buah.

Ada yang datang ontime, seperti Bobby (jam 7 kurang) tapi rata-rata jam 7.15 udah banyak yang datang. Mungkin sekitar 25 orang datang malem itu. Sayangnya ada juga yang mendadak berhalangan, seperti Om Indro karena keluarganya datang, dan rekan lain yang accept tapi juga berhalangan – no worry bro…..next time, another party….! atau  yang datang terlambat, seperti Om Iwan, yang saking buru-burunya ampe kejedot pintu kaca —laper ya mas…he…he…

Acara makan mulai jam setengah delapan ampe jam 8. Dilanjutkan dengan speech-speech. Dasar aku gak ada persiapan jadinya agak salting di depan dan bicara kurang runtun, kehabisan bahan. Intinya sih ngucapin terima kasih atas pertemanan, mohon maaf kalo ada salah dan selalu keep in touch. Aku juga nyeritain proses rekruitment, tentang company yang baru, tentang qatar, dan tentang apa yang terjadi ketika resign. Om Yudi juga contribute kasih comment tentang yang dia tahu mengenai aku.

Acara selesai jam 9 kurang dikit dengan total pengeluaran……….tanya kasir Noodle Stix dong….

Farewell Notes

Di tengah kesibukan menjalankan peran sebagai Safety Officer untuk Asset EMT emergency drill hari Rabu, 19 Nov, yang sekaligus last day-ku, aku mengirimkan email farewell notes ke semua rekan kerja di Chevron dan rekan di luar. Berikut kutipan email farewell notes-ku (boleh dicontek kok….he…he…)

Dear All,
Wednesday the 19th of November, 2008 is my last day with Chevron Indonesia Company. The journey of 3 years and 10 months has been a very inspiring and rewarding one.  My family and I had a wonderful time here but it is now time to go.

Chevron has been a place which taught me quite a few things and had sharpened me intellectually. I’d ever be indebted to this company and each of you with whom I interacted in at various times. It’s been a pleasure and a privilege to work with all of you, and I can’t thank you enough for the support you’ve given me. Working with the organization would remain one of the most memorable phases of my life.

As some of you already know, I have decided to move on into a similar industry and hence joining QatarGas Operating Company in Qatar. As I embark on my new endeavor, I will look back on the working experience, working relationships and friendships made here with much regard.  I’ll do so with the utmost respect for the management examples and values learned here and with gratitude for the personal attention to my future.

Please accept my and my family apologies if we offended anyone at one time or another through things we have said or done during our time here and please be understood that we did not intend to hurt you personally. I wish both you and Chevron every good fortune and I would like to thank you once again for having me as part of yours.

Keep in touch. Goodbye is not the end. It simply means I’ll miss you…till we meet again.

Exit Interview

Hari Selasa, 18 Nvo, 1 hari sebelum last day-ku, aku menjalani exit interview dengan HR. Exit interview tujuannya adalah mendapatkan feedback buat company berdasarkan experience employee bekerja untuk Chevron. 

Chevron ingin tahu 3 hal utama yang mendasari kita keluar (i.e. better job opportunity, rate of pay, different type of work, conflict with employees/supervisor, return to school, etc.), apa yang job baru tawarkan tapi tidak ditawarkan Chevron, suggestion yang bisa membuat Chevron keep kita, apa yang paling dan paling tidak disukai dari Chevron, dan apa yang Anda sarankan untuk kebaikan company, department dan employees.

Semua jawaban sudah saya elaborate di mengapa saya pindah, di mengapa QatarGas, dan juga di I am Chevronized tentang apa yang saya suka dari Chevron. Di exit interview form, saya menyebutkan beberapa item yang bisa men-keep saya dan rekan-rekan lainnya: bring or accelerate major capital projects, make rate of pay competitive, assign a working overseas work (benefited from the size of operation and Chevron presence all over the world), dan communicate succession planning and career development plan to employee concerned more clearly and in timely manner.

Senior Loss Prevention Engineer

….itu adalah position title-ku yang baru. Posisi ini berada di bawah SEQ (Safety Environment Quality) Department. Seorang manager mengepalai department dan seorang head mengepalai Loss Prevention Team. Di bawah Head ada Lead Loss Prevention Engineer (dan seorang experienced Loss Prevention Engineer di bawahnya) dan Senior Loss Prevention Engineer (dan seorang junior loss prevention engineer di bawahnya). Cukup ramping ya.

 

Urusan safety dan fire emergency dihandle oleh team lain. Namun demikian menurut head overlapping pekerjaan masih dimungkinkan.

 

Tugas seorang loss prevention engineer umumnya adalah melakukan risk assessment studies – hazard identification, hazop, what-if etc., dan melakukan Quantified Risk Assessment menggunakan  computer based consequence modeling programs.

Idealnya seorang loss prevention engineer mampu melakukan risk assessment, familiar dengan program consequence modeling dan pengalaman di E&P activities offshore dan/atau onshore, atau di petrochemicals.

 

Pekerjaan yang bisa aku lihat sangat mendesak terkait dengan akan di commissioning dan startup-nya Train 4 LNG Plant akhir 2008/awal 2009. Berturut-turut berikutnya Train 5 dan Train 6&7 tahun 2009/2010. Full production diharapkan tahun 2010.

 

Menurut Frank P. Lees, Loss Prevention is characterized by:

a. an emphasis on management and management systems,particularly for technology

b. a concern with hazards arising from technology

c. a concern with major hazards (three big major hazards are fire, explosion and toxic release)

d. a concern for integrity of containment

e. a systems rather tan a trial-and-error approach

 

Some other features which are characteristics of loss prevention are the use of:

f. techniques for identification of hazards

g. a quantitative approach to hazards

h. quantitative assessment of hazards and their evaluation against risk criteria

i. techniques of reliability engineering

j. the principle of independence in critical assessment and inspections

k. planning for emergencies

l. incident investigation

 

together with

m. a critique to traditional practice or existing regulations, standards, or codes where these appear outdated by technological change.

 

Lee's Loss Prevention in the Process Industries - buku wajib Loss Prevention Engineer
Lee