Expat on family/work visa to report within 7 working days of entry

Whereas the earlier regulation says 30 days for expat to report to medical commission and Criminal Evidences and Information Departments (CID), the new regulation of the Law No. (4), article No. (5)  for the year 2009 effective from 29 April 2009 describes that, each sponsor and the expatriate shouldreview at concerned departments within 7 working days from the date of entry of expatriate to the country for completing the procedures of residence permit or work visit, Gulf Times, 29 April 2009 reported.

If you come to Qatar under family visa or work visa, you may check the ‘warning’ stamped on your passport for the deadline for reporting. My passport stamped with ‘warning’ to report to the concerned department within 30 days. That was in November.

Therefore, the Minister of Interior urges the sponsors (Companies, citizens, residents and expatriates) to comply with the rules of the aboce said law through reviewing at concerned sections in the Medical Commission and Criminal Evidences and Information Department and departments under the General Directorate of Borders Passports and Expatriate Affairs within above said period, in order to avoid exposing themselves for violations and fines describes by the above law.

Advertisements

Botball Competition , Kumpul-Makan, & Qtel Festival

Wiken 24-25 April minggu lalu benar-benar merupakan wiken yang menyibukkan. Ada banyak acara yang sudah direncanakan untuk dilakukan selama dua hari berharga itu. Pertama, menjadi tuan rumah buat acara Kumpul-Makan Jakcom di hari Jumat, lalu esoknya mendatangi Botball Competition, dan Qtel Family Fun Festival

Kumpul Makan

Keluarga kami menjadi host acara kumpul makan keluarga besar Jakcom pada Jumat, 24 April lalu. Aturan tidak tertulisnya adalah bagi mereka yang lulus SIM, naik gaji, atau pindah rumah wajib….ya…wajib menjamu (sebagian) rekan-rekan Indonesia di Qatargas dan yang lain. Sebagian di sini maksudnya sekitar 15-20 keluarga. Plus kalikan dengan 4 dengan asumsi satu keluarga 2 anak. Selain mayoritas rekan Indonesia di Qatargas ada juga Oom Wemphy dari Oxy (temen di Chevron Balikpapan), dan Oom Beny (dari KBRI).

Jamuan di rumah kami  tujuannya buat syukuran pindah rumah, perkenalan keluarga, sekaligus syukuran SIM saya yang sudah lewat hampir 2 bulan lebih. Undangannya tertulis mulai jam 11 siang tapi rekan-rekan datang mulai jam 1-an setelahsholat jumat. Aku hitung ada sekitar 18 kepala keluarga yang datang…alhamdulillah. Dengan anak-anak yang umurnya agak merata, suasana rumah waktu itu benar-benar rame. Untungnya rumah bisa tersegregasi. Ibu-ibu dan anak perempuan di dapur atau di ruangmakan atau di sofa, bapak-bapak di dekat TV, anak laki-laki di kamar mainan lantai 2.

Menu kali ini: Sup Iga Sapi, nasi putih, mie goreng ayam, woku ikan manado, sate komo, sambel goreng tempe, telur pindang, dan kerupuk. Sementara dessertnya lemper dan pastel, Umm Ali, Ice Cream, Buah, dan jus serta minuman-minuman ringan.

Rekan-rekan yang datang ternyata membawa makanan tambahan: spagheti, putu mayang, juice, cake. Thanks ya.

Yang paling seru sebenarnya acara kuis. Aku merancang kuis dengan 4 hadiah buat pemenangnya. Dengan dibagi menjadi 4 team mereka berlomba untuk mendapatkan angka tertinggi dengan menjawab 16 pertanyaan seputar Qatar. Pertanyaan di-dsiplay melalui LCD TV dan mereka enjawab dengan menuliskan di kertas dan memperlihatkan kepada peserta lainnya. Seru banget karena banyak yang belum tahu padahal sudah agak lama tinggal di Qatar. Pertanyaannya seperti berapa lekukan putih dibendera Qatar, berapa tinggi Aspire Tower, siapa nama lengkap putera mahkota, menebaknama jalan dan mobil, menebak logo, dll.Serunya kalo ada tim yang kurang cepat menjawab atau salah menjawab.

Akhirnya timnya Oom Beny, Edwin, Roso dan Wahyudi muncul sebagai pemenang. Selamat.

Usai quiz, acara masih berlanjut dengan rujakan!, main truff dan domino (dengan hukuman yang berat! – digantungi botol air 2x500ml atau dipasangi wig ayam) serta ngobrol di pinggir jalan depan rumah sampai hampir jam 9 sembari ibu-ibu membereskan makanan dan ruang tamu.

Terimakasih buat rekan-rekan yang datang. Sampai jumpa lagi di acara kumpul-makan berikutnya.

Botball Competition

Acara ini dilangsungkan di Carnegie Mellon University of Qatar di Education City. Kompetisi regional ini diikuti oleh sekolah-sekolah dari Qatar, Saudi, Bahrain, UAE dan Oman. Tim dari UAE akhirnya muncul sebagai pemenang.

Aku kurang ngerti gimana kriterianya tapi sepertinya mereka diminta membuat robot sendiri yang diprogram untuk melewati rintangan dan bisa menciptakan energi (?).

Anak-anak yang aku bawa ke acara sangat antusias pada acaranya, tapi mereka lebih antusias lagi pada gedung-gedung di Education City. Ucapan Wow berkali-kali keluar melihat kemegahan arsitektur dan lansekap education city. Sementara di sebelahnya sedang dibangun arena pacuan kuda mewah . Education City sendiri menjadi rumah bagi beberapa universitas luar seperti Texas A&M, Carnegie Mellon, VCU, serta beberapa institusi dan fasilitas umum seperti Doha Debate,  Library, Qatar Foundation, Student Hall.

Qtel Family Fun Festival

Aspire Park menjadi tempat berlangsungnya acara Qtel Family Fun Festival. Berbagai jenis bouncy town (lebihd ari 10) dan mainan yang terkait dengannya dibawa ke Aspire Park. Cukup dengan menunjukkan wrist band yang diperoleh dari Qtel Store family bisa masuk ke arena dan bisa mencoba semuanya dengan gratis. Meski sebutannya Family Fun Festival tidak ada satu pun permainan/kegiatan untuk orang dewasa.  Mungkin namanya perlu diganti Qtel?

Hanya sebentar kami di situ karena menjelang malam makin banyak yang datang dan sudah tidak nyaman lagi. Apalagi cuacanya sudah agak panas meski sore sudah menjelang.

Ide acara ini sih Qtel pengen ngasih apresiasi kepada customernya serta mendorong customernya mengunjungi Qtel Concept Store yang baru berdiri di banyak lokasi seperti di Hyatt Plaza, Villagio, Rayyan, dan Landmark. Sayangnya acara terpusat pada anak-anak dan tidak ada gimmick buat yang datang. Tapi lumayan lah buat ngisi acara wiken.

Sebenarnya ada acara satu lagi yaitu Powerboat Championship di Al Corniche tapi bentrok ama Qtel Festival dan susahnya nyari parkir. Next time kali ya….

Al Wakra

Berada 12 kilometer di pinggiran Doha, sekitar 10 menitan lah driving dari Doha.  Lebih jauh 20 km lagi ke selatan dari Al Wakra terletak Messaid. Dulunya pusat mutiara dan sekarang masih sebagai kota nelayan, Al Wakra menjadi  tempat hunian alternatif pekerja di Doha yang melarikan diri dari tingginya biaya rental rumah di ibukota. Alhasil, kemacetan kadang terjadi karena komuter bersaing dengan arus truk-truk dari dan ke Doha yang tanpa henti.

Kalau mau dipadankan barangkali Al Wakrah hampir sama dengan Kota Sidoarjo-nya Surabaya, dari sisi posisi dan fungsi. Bedanya Sidoarjo lebih terdeveloped dan lebih padat.

Jika Anda datang dari Doha melalui jalan airport, coba lewati tengah kota, lalui Shell roundabout, lanjut sampai roundabout berikutnya putari lalu ambil belok kanan. Jalan ini akan membawa Anda melalui bagian paling menarik dari kota ini.

 Bangunan-bangunan tua,masjid tua,  pelabuhan, dan pantai adalah sisi menarik kota ini. Bangunan tua memberi gambaran bagaimana Qatar kira-kira 50 tahun yang lalu. Pelabuhan, meskipun sedang digali dan dibangun masih memberikan ruang bagi dhows.

Ada dua pantai yang sering dikunjungi orang-orang. Pantai pertama terletak di dekat taman kota dan yang lain di pelabuhan. Pantai yang pertama sangat landai sampai ke tengah laut. Saat kami datang ke sana bahkan banyak mobil yang berkendara sampai ke tengah dengan kedalaman air yang masih semata kaki. Agak jauh ke tengah ada gosong pasir. Dengan orang main sepakbola, keluarga yang barbeque, atau anak-anak berenang, pantai ini selalu ramai.

Pantai yang kedua ada di pelabuhan. Dengan kedalaman yang agak lumayan, pantai ini cocok untuk berenang. Selain itu, kalo malam Anda akan sering mendapati kelompok pemancing di pinggiran dermaga pelabuhan.

Saat ini area pantai sedang dikembangkan secara masif. Selain pantai, memancing atau mencari makan makanan Indonesia tidak banyak yang bisa dilakukan di Wakrah. Bahkan mall pun tidak ada. Agak aneh memang mengingat tempatnya yang dekat dengan ibukota.

Selamat Ulang Tahun Isteriku!

Aku bertemu dengannya di suatu sore di suatu mal di cihampelas, bandung, tahun 1996. Cukup lama. Waktu itu aku bersama temenku dan dia juga bersama temennya. Yang aku paling inget hanyalah genggaman tangannya yang halus.

Kemudian akal romantisku menyuruhku mendekatinya. Statusku sebagai ketua perkumpulan mahasiswa Lumajang di Bandung cukup membantuku berasalan mengunjunginya, dia kebetulan berasal dari kota yang sama meskipun kami tidak pernah bertemu di kota asal kami.

Singkatnya setelah beberapa bulan kami jadian. Bukan main senangnya aku. Aku tidak habis pikir bagaimana dia mau jalan sama aku. Sebenarnya cukup berat bagi seorang mahasiswa miskin seperti aku yang mengandalkan kiriman bulanan seratus ribu untuk mengajaknya pacaran. Mengajaknya makan di luar tentu saja akan mengurangi jatah bulananku. Maafkan aku yang cuma bisa mengajakmu makan sate padang di simpang dago. Atau hanya membawakanmu martabak di tubagus. Atau mengajakmu jalan tapi terpaksa naik angkot. Padahal sainganku tentu saja, lebih kaya, lebih keren, dan lebih gaul. Jadi apa yang aku tawarkan padanya? Tidak lebih dari mimpi berani seorang mahasiswa ITB. Tapi bukankah orang yang berani bermimpi yang berhasil suatu nanti? Seperti Laskar Pelangi, dan Andrea Hirata dengan Edensor-nya?

Kami mengalami pasang surut hubungan dan episode seru yang membawa kami ke akhir hubungan. Praktis kami hanya bertahan beberapa bulan. Aku sempat dragging beberapa minggu sebelum akhirnya harus rela terlempar ke alam nyata. Dia bukan milikku lagi.

Aku kemudian sibuk dengan tugas akhir, penelitian dan ujian komprehensif serta berkeliling dari career fair yang satu ke career fair lainnya. Juni 1998 aku mulai bekerja di Caltex dengan status tanpa pasangan.

Lalu entah tangan Tuhan mana yang menggerakkanku sehingga di akhir tahun 1998 aku mengontaknya lagi. Sampai sekarang aku sendiri bahkan tidak ingat darimana aku mendapatkan nomer telepon rumahnya yang baru. Dan untungnya dia juga lagi sendiri. Lalu mulailah luncuran kata-kata melalui kabel ribuan kilometer menghubungkan kami kembali. Kami harus rela menunggu jam 11 malam demi mendapatkan tarif yang murah. Tidak jarang kami menghabiskan berjam-jam sampai tak seorangpun mau menutup telponnya.

Bulan Feb 99 aku berkesempatan mengambil cuti ke Bandung. Dan disitulah angin waktu membawa kami kembali ke masa indah beberapa tahun lalu. Di situ juga aku memberanikan diri mengajaknya untuk membawa hubungan ke tingkat yang lebih tinggi.

Tahun 2000, bulan Maret kami menikah. Aku langsung mengajaknya ke Duri, Riau, in the middle of nowhere. Kami memulai kehidupan baru yang benar-benar mulai dari nol, oh, bahkan minus, karena kami memiliki hutang di Koperasi Karyawan. Aku tahu ia mengesampingkan egonya untuk bekerja ketika mengiyakan ikut bersama ke Duri. Ada masa-masa alignment yang sulit yang kami jalanin di awal-awal pernikahan tapi Alhamdulillah itu tidak membuat kami menyerah.

Anakku yang pertama lahir tahun 2001. Kehidupan kami bertambah semarak. Tapi ini terusik ketika aku mengungkapkan keinginan untuk kuliah lagi di awal 2003. Sempat terjadi argumentasi berkepanjangan sebelum akhirnya dia lagi-lagi mengesampingkan egonya untuk mendukungku kuliah.

Kuliah di Singapore dengan beasiswa dari NUS sementara anak isteriku di Bandung tentu saja memberiku hari-hari panjang yang sulit. Satu tahun kami menjalani kehidupan keluarga jarak jauh. Hanya ibu yang tangguh yang mampu membesarkan anaknya dengan baik tanpa suami dan ayah anak-anaknya di sisinya. Dan dia menunjukkan ketangguhannya. Di akhir perjalanan kuliah Allah memberi kami anak kedua.

Setelah itu kami menghabiskan waktu di Sidoarjo selama beberapa bulan sebelum akhirnya kami menetap untuk kehidupan yang lebih baik di Balikpapan mulai tahun 2005. Balikpapan menjadi kota yang sangat kami senangi karena ukuran, suasana, keramahan, keamanan dan kehidupan kerja yang baik. Kami bisa dibilang menikmati kehidupan di Balikpapan sebelum akhirnya lagi-lagi aku mengusiknya dengan keinginan untuk bekerja dan tinggal di luar negeri. Apa lagi yang kamu cari? Dia bertanya padaku.

Hari-hari argumentasi, diskusi panjang, perseteruan mewarnai perjalanan menuju Qatar. Lalu bagaimana aku harus berterima kasih padanya ketika akhirnya aku mendapatkan kesediaannya mendampingiku. Kesediaannya menekan keinginan pribadinya.

Dan sekarang kami di sini, di Qatar, untuk menjalani kehidupan keras yang lain.

Kalau ada yang bilang di balik orang yang sukses terdapat wanita yang prima, aku akan mengiyakannya. Kenapa aku bisa berada di sini dan dalam kapasitas seperti sekarang  itu karena dia berkorban dan memberikan yang terbaik darinya untukku.

Kini ku tahu kenapa Tuhan menakdirkanku bersamanya. Karena dia tulang rusukku yang hilang. Karena dia penyeimbangku. Dan karena dia pelengkap dan penyemarak hidupku.

SELAMAT ULANG TAHUN ISTERIKU.

Kamu tahu aku selalu mencintaimu.

Welcome Summer!

Akhirnya datang juga. Setelah sempat dilanda cauca tidak menentu beberapa hari lalu di bulan April, Qatar akhirnya harus menyambut tamu besarnya : Summer! Merkuri di termometer sudah mulai bergerak naik. Prakiraan cuaca di koran-koran weekend hari Sabtu, 25 April ini sudah menyebutkan angka 36 sebagai temperatur maksimum setelah di awal-awal April masih menyentuh kisaran di bawah 30. Catatan outside  temperature indicator di dashboard mobilku malah sudah mencatat rekor tertinggi 46 C.

Umumnya summer di Qatar berlangsung mulai bulan Mei sampai Oktober, dengan bulan-bulan paling panas terjadi pada Juli-Agustus. Temperatur di atas 50 C sudah bukan hal yang sulit dicapai. Wuih kayak apa kira-kira panasnya tuh?

 Ini summer pertama kami di Qatar dan harus kami ‘nikmati’ paling tidak 5 bulan sampai ia berlalu. Apa sih yang  biasanya terjadi di summer? Menurut teman-teman dan beberapa sumber:

·         Libur panjang – summer holiday – sekolah selama kurang lebih 2 bulan (contoh untuk Al Khor International School mulai dari tanggal 2 July sampai 5 September)

·         Eksodus ekspatriat ke negara asalnya untuk menghindari panas sekaligus menikmati summer holiday

·         Summer Sale – discount besar-besaran bagi para resident yang rela berpanas-panas

·         Summer Festival – rangkaian kegiatan seni, pertunjukan, belanja, dan acara untuk memanjakan mereka yang tetap tinggal di Qatar

·         Discount besar mobil untuk mendongkrak penjualan mobil mengingat larinya para pangsa pasar potential sementara waktu

·         Naiknya konsumsi listrik untuk pemakaian AC

·         Jalanan bakal sepi – mendingan ngurung di rumah toh ya

·         Berkurangnya intensitas kegiatan luar ruang

·         Gencarnya campaign dehydration dan banyak minum di tempat kerja. Heat stress dan heat stroke merupakan salah satu insident yang paling banyak dilaporkan selama summer nanti

·         Naiknya penjualan obat sakit kepala – …he…he…ini mah kataku aja…barangkali keluar masuk gedung/mobil dan perubahan mendadak panas ke dingin membuat kepala rada error dan perlu di-panadol-in biar lupa

Summer kali ini kami tidak berencana balik ke Indonesia. Malah rencananya kami bersama teman-teman akan travel by driving ke negeri jiran, kemungkinan UAE dan Oman selama semingguan. Aku sendiri berencana ambil libur 3 minggu untuk travelling dan ‘menikmati’ summer.

Selamat datang summer!

The Pearl: Island Rediscovered

The Pearl-Qatar  adalah pulau buatan yang terbentang seluas 4 juta meter persegi. Jika sudah selesai, inilah tanah pertama di Qatar yang bisa dibeli oleh warga asing (freehold ownership). Lokasinya, 350 meter offshore sebelah timur West Bay Lagoon area, Doha. Project multi billion USD yang dikembangkan oleh United Development Company (UDC) dan master plan dirancang oleh Callison ini nantinya akan memiliki 40 kilometer garis pantai hasil reklamasi, yang akan digunakan sebagai perumahan untuk sekitar 15000 penghuni.

 

The Pearl in the Making (from above: Mar 09 - Jan 08 - Jan 07 - Jan 06 - Jan 05)
The Pearl in the Making (from above: Mar 09 - Jan 08 - Jan 07 - Jan 06 - Jan 05)

 

Waktu saya dan keluarga mengunjungi 11 April 2009 lalu, kami sudah bisa mengakses fase pertama dari The Pearl, yakni Porto Arabia, yang merupakan teluk pertama (dari tiga teluk yang akan dibangun) di The Pearl.

 

Porto Arabia
Porto Arabia

 

 

 

The Pearl Porto Arabia
The Pearl Porto Arabia

Direncanakan ada 4 fase pengembangan selama 5 tahun sampai 2011, yang mencakup pembangunan 10 distrik dengan tema berbeda-beda, vila tepi pantai, rumah, apartemen mewah, penthouse eksklusif, hotel bintang 5(dengan total kamar 800), marina, sekolah, dan restoran serta retail.

Direncanakan ada lebih dari 2 juta meter persegi area untuk shopping, leisure dan restorant (hampir 20 kali luas lantai villagio euy!). Kalo mo belanja di sini pastikan Anda punya saku yang dalam karena yang dijual adalah produk high end, eksklusif dan mewah. Tapi sebagai tempat nongkrong The Pearl akan jadi pilihan yang mengasyikkan. Ada banyak café (coffee counter) yang berjejer di tepi pantai dengan harga yang wajar. Menyeruput kopi sambil melihat hamparan gedung pencakar langit Doha dan ditampar angin laut, tentu menyenangkan, belum lagi ditambah khayalan when could we afford to buy that extremely nice looking, well positioned beachfront villa or seaside apartments bergaya Arab, Mediterranean, Europe? Ngayal!  Tambah satu cangkir kopi lagi untuk ngayal beli pulau. Ada 13 pulau yang dibangun di mana 8 di antaranya dijual untuk kepemilikan pribadi untuk di atasnya bisa dibangun apapun yang mereka suka!….menarik juga mungkin aku bisa namain Pulau Wahyu….

Salah satu pengkhayal......
Salah satu pengkhayal......

Tapi bener kalo tertarik katanya mortgage bisa sampe 25 tahun dan 85% dari harga bisa dibantu pembiayaannya. Cuma 20% deposit kok yang diperlukan pas reservation sisanya setelah unit selesai. Juga dengan membeli property ini Anda mendapatkan residence permit Qatar. Emang berapa sih harganya? Mbuh kurang tahu….gak berani nanya aku….

Kalo laut dan kapal adalah mainan Anda, Anda mungkin cocok di sini. Sebab, ada 3 marina yang sanggup menampung 1004 boat baik untuk boat pribadi maupun umum. Juga akan ada yacht club untuk menampung minat komunitas yachting.

BTW kenapa dinamakan The Pearl? Menurut cerita, lokasi ini dulunya bekas pengembangbiakan (tepatnya pencarian melalui diving) mutiara (pearl) alami. Sekedar menengok ke belakang, dulu Qatar terkenal akan produk mutiaranya dan mutiara menjadi sumber mata pencaharian utama penduduknya sampai Jepang menemukan teknik pengembangbiakan mutiara secara artificial (sebelum booming minyak dan gas di Qatar) sehingga mematikan pekerjaan turun temurun ini. Kalo Anda liat landscape Anda akan melihat tiga teluk bundarr dengan pulau di tengahnya, selayaknya mutiara di tengah cangkang kerang. Dan ekornya itu serupa untaian mutiara. Tapi anehnya menurut saya kalo diliat secara keseluruhan The Pearl seperti kuda laut….Am I right or not? 

 

 

The Pearl - Qatar
The Pearl - Qatar

 

Directions:

Dari kota Doha ambil jalan Al Istiqlal St ke arah utara. Teruskan perjalanan sampai melewati Qatar International Exhibition Center, lurus lewati 2 roundabout setelahnya,  sampai Anda melewati jembatan (Anda sudah masuk West Bay Lagoon), ambil jalur kanan untuk belok kanan di roundbaout sebelum  West Bay Lagoon Plaza (Zig-zag Tower), roundabout berikutnya lurus saja (yang ke kiri ke Hotel Ritz Carlton; ke kanan ke Diplomatic Club). Setelah lewat roundabout ini ambil jalur masuk untuk visitor. Masuk saja tanpa meninggalkan ID. Anda akan melewati jembatan causeway ke The Pearl. Selanjutnya hati-hati Anda akan memasuki roundabout yang dipagari sehingga Anda tidak bisa melihat mobil dari arah lainnya. Ambil exit ke-2, Anda akan sampai di Porto Arabia. Lurus terus sampai melewati mal (dengan counter Ferrari di sebelah kiri) kemudian jembatan dan akhirnya tempat parkir. Dari tempat parkir Anda bisa jalan kaki melalui jembatan atau naik shuttle bajaj yang disediakan pengelola.

Selamat berkunjung (dan berkhayal)!

Rains delayed 2009 MotoGP of Qatar

Kenikmatan yang tertunda….Pengalaman nonton langsung Motogp di Losail International Circuit, Qatar tertunda gara-gara hujan turun tanpa ampun sesaat sebelum race dimulai. Race yang sedianya dimulai jam 11 malam dihentikan. Bukan karena lintasan yang basah. Mereka punya ban basah kok. Tetapi katanya for safety reason karena track yang basah akan menyebabkan glare dari floodlighting sepanjang track. Motor yang sudah siap di start grid ditarik kembali ke paddock. Penonton dan peserta kecewa….

Heavy rain delayed MotoGP
Heavy rain delayed MotoGP

Hujan ternyata bertahan lama….sampai jam 12 ketika kami pulang hujan masih mengguyur. Sebelum itu halilintar sesekali terdengar. Penonton berusaha menyemangati dirinya sendiri dengan tepuk tangan dan teriakan-teriakan ketika hujan agak reda tapi itu tidak menolong. Hujan seperti mempermainkan. Kita tidak bisa melawan alam. Race akhirnya di-declare tidak bisa dilangsungkan lewat setengah jam dari jadual.

Rencananya Senin malam 13 April jam 9 race akan dimulai lagi. Berada di pole position adalah Casey Stoner diikuti oleh Rossi dengan beda waktu hanya 0.473 detik dalam qualifying race Sabtu malam sebelumnya.

Losail adalah sirkuit balap motor yang terletak di luar Doha, 27 km dari pusat kota Doha, di tepi Al Khor Highway. Aku melewatinya setiap hari karena highway ini adalah rute menuju kantor di Ras Laffan. Sirkuit yang dibangun dengan biaya USD58 MM ini dibuka pada tahun 2004 dengan Marlboro Grand Prix of Qatar sebagai balapan pembuka.

Panjang tracknya adalah 5.4 km dengan jalan lurus sekitar 1,068 meter. Lintasan dikelilingi rumput untuk menahan pasir agar tidak masuk ke lintasan. Tahun 2007 Losail menambahkan lighting agar bisa dipakai balapan malam – lighting yang disinyalir sebgai yang terbesar untuk tempat olahraga permanen. Balapan malam pertama adalah Commercial Bank Grand Prix of Qatar tahun 2008.

Losail Circuit Track
Losail Circuit Track

Berikut adalah pemenang MotoGP di Qatar:

2008 MotoGP of Qatar

             Winner – Casey Stoner, Ducati, Av Speed = 166.665 km/h

             Pole Position – Jorge Lorenzo – Yamaha Time = 1’55.002 Av Speed = 168.414 km/h

             Fastest Lap – Casey Stoner, Ducati, Time = 1’56.528 Av Speed = 166.208 km/h

2007 MotoGP of Qatar

             Winner – Casey Stoner, Ducati, Av Speed = 170.113 km/h

             Pole Position – Valentino Rossi – Yamaha Time = 1’55.002 Av Speed = 168.414 km/h

             Fastest Lap – Casey Stoner, Ducati, Time = 1’56.528 Av Speed = 166.208 km/h

 

2006 MotoGP of Qatar

             Winner – Valentino Rossi, Yamaha, Av Speed = 163.742 km/h

             Pole Position – Casey Stoner, Honda LCR, Time = 1’55.683

             Fastest Lap – Valentino Rossi, Yamaha, Time = 1’57.305, Av Speed = 165.108 km/h

2005 MotoGP of Qatar

             Winner – Valentino Rossi, Yamaha, Av Speed = 163.020 km/h

             Pole Position – Loris Capirossi, Ducati, Time = 1’56.917

             Fastest Lap – Nicky Hayden, Honda, Time = 1’57.903, Av Speed = 164.270 km/h

2004 MotoGP of Qatar

             Winner: Sete Gibernau, Honda, Av Speed = 161.293 km/h

             Pole Position – Carlos Checa, Yamaha, Time = 1’58.988